kabar Mojokerto – Kawasan Jembatan Kewek, Kota Yogyakarta, kembali menjadi sorotan setelah beralih fungsi menjadi lokasi nongkrong dan street coffee ilegal.
Menanggapi fenomena yang viral di media sosial tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta bertindak tegas dengan melakukan penertiban, Selasa malam (14/4/2026).
Aksi penertiban ini terekam dalam unggahan akun resmi @humasjogja yang telah ditonton lebih dari 930 ribu kali. Petugas terlihat mengangkut kursi-kursi plastik dan membubarkan kerumunan muda-mudi yang memanfaatkan jalanan yang ditutup tersebut untuk berjualan dan nongkrong.
Pelanggaran Berulang di Kawasan Terlarang
Penertiban ini bukan yang pertama kalinya dilakukan. Meski sudah berulang kali ditutup, para pelaku usaha street coffeetetap membandel dengan membuka lapak di lokasi yang seharusnya steril dari aktivitas publik tersebut.
"Menindaklanjuti laporan terkait kembali beroperasinya street coffee di kawasan Jembatan Kewek yang telah ditutup, Satpol PP melakukan penertiban lapak," tulis keterangan resmi dalam unggahan tersebut.
Baca Juga: Viral Video Tumpukan Ompreng MBG di Tulang Bawang Lampung, Wabup Hankam Hasan Semprot Petugas SPPI
Pihak otoritas menegaskan bahwa kawasan yang tidak dilalui kendaraan bukan berarti boleh digunakan untuk aktivitas jual beli yang memicu kerumunan. Keamanan bersama tetap menjadi prioritas utama.
Keluhan Warga: Bising dan Sampah Berserakan
Fenomena menjamurnya street coffee di trotoar dan badan jalan ini ternyata menuai protes keras dari warga Yogyakarta. Melalui kolom komentar, warga mengeluhkan gangguan ketertiban hingga hilangnya hak pejalan kaki.
Warga menyoroti kawasan Kotabaru yang kini juga sesak oleh parkir dan tempat nongkrong hingga memakan badan jalan.
Juga mengeluhkan kebisingan di malam hari dan tumpukan sampah yang ditinggalkan pengunjung pada pagi hari.
Banyak warganet meminta ketegasan pemerintah untuk mengembalikan fungsi trotoar bagi pejalan kaki.
Kondisi Kritis Jembatan Kewek
Langkah penertiban ini juga didasari oleh alasan keselamatan yang sangat krusial. Jembatan Kewek saat ini dalam kondisi kritis dan tengah menjalani proyek rehabilitasi tahun anggaran 2026.
Sebagai informasi, jembatan yang telah berusia satu abad ini ditutup karena beberapa alasan teknis. Yakni, konstruksi Melemah: Kekuatan struktur bangunan saat ini hanya tersisa 20 persen, ditemukan patahan di bagian ujung jembatan, dan terjadi pergeseran sejauh 3 sentimeter dan penurunan sedalam 10 sentimeter.
Proyek perbaikan ini menelan anggaran APBN sekitar Rp19 miliar. Mengingat kondisi struktur yang rapuh, aktivitas kerumunan massa di atas jembatan sangat membahayakan keselamatan jiwa.
Artikel Terkait
Viral Penjual Dawet di Mojokerto Dituding Lecehkan Siswi SD, Begini Kronologinya
Viral Curhatan Pilu Seorang Wanita di Medsos, Menangis 600 Pohon Pisang Siap Panen Diduga Disuntik Racun
Viral Video Tumpukan Ompreng MBG di Tulang Bawang Lampung, Wabup Hankam Hasan Semprot Petugas SPPI
Viral Momen 16 Mahasiswa FH UI Terduga Pelaku Pelecehan Ditampilkan ke Publik, Picu Kecaman Massa di Sidang Kampus