Mojokerto Memasuki Peralihan Musim, Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Minggu, 12 April 2026 | 06:00 WIB
Kondisi cuaca Mojokerto cerah berawan  (Muhammad Lutfi Hermansyah)
Kondisi cuaca Mojokerto cerah berawan (Muhammad Lutfi Hermansyah)

Kabar Mojokerto Warga Mojokerto diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman cuaca ekstrem hingga pekan depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya peningkatan potensi cuaca ekstrem seiring masuknya masa peralihan musim atau pancaroba.

Ketua Tim Kerja Meteorologi BMKG Juanda, Andrie Wijaya, mengonfirmasi bahwa wilayah Mojokerto saat ini telah memasuki masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau.

"Sebagian besar wilayah Jawa Timur, termasuk Mojokerto, sudah memasuki pancaroba. Peralihan ke musim kemarau ini terpantau relatif normal dan tidak mengalami kemajuan (dibanding tahun sebelumnya)," terang Andrie, Sabtu (11/4/2026).

Menurut Andrie, masa pancaroba identik dengan perubahan cuaca dan suhu yang terjadi secara drastis. Fenomena ini memicu kondisi atmosfer yang tidak stabil, di mana cuaca bisa berubah dalam waktu singkat.

Baca Juga: Banjir Langganan Jalan Nasional di Mojokerto Ini Belum Teratasi

Cuaca yang semula panas terik dapat tiba-tiba berubah menjadi hujan deras. Potensi cuaca ekstrem cenderung lebih sering terjadi namun bersifat lokal atau sangat dipengaruhi oleh topografi wilayah setempat.

“Adanya dinamika atmosfer, terutama perbedaan suhu dan tekanan yang signifikan, memicu pertumbuhan awan konvektif atau Cumulonimbus secara masif,” terangnya

BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang masih akan membayangi Mojokerto hingga sepekan ke depan. Kondisi ini membawa risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor.

Baca Juga: Hujan Deras Sebabkan Tanah Longsor di Trawas Mojokerto, Jalan Penghubung Antardesa Sempat Tertutup

Secara khusus, Andrie memberikan peringatan bagi warga yang berada di wilayah dataran tinggi.

"Kawasan pegunungan seperti Pacet dan Trawas diminta ekstra waspada terhadap potensi longsor akibat dampak cuaca ekstrem ini," pungkasnya.

Editor: Muhammad Gusta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X