Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, KDM Sarankan Dihukum Bersih-bersih

Photo Author
Muhammad Gusta, Kabar Mojokerto
- Sabtu, 18 April 2026 | 15:14 WIB
Sikap siswa SMAN 1 Purwakarta viral di media sosial usai dinilai tidak sopan dan tidak menghargai guru. (Instagram/dedimulyadi71)
Sikap siswa SMAN 1 Purwakarta viral di media sosial usai dinilai tidak sopan dan tidak menghargai guru. (Instagram/dedimulyadi71)

 

Kabar Mojokerto - Sebuah unggahan video yang memperlihatkan tindakan tidak terpuji sejumlah siswa SMA Negeri 1 Purwakarta terhadap gurunya viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, tokoh masyarakat yang juga mantan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menyarankan agar siswa diberikan sanksi edukatif berupa kerja bakti daripada sekadar skorsing.

Kronologi Video Viral di Media Sosial

Aksi yang memicu kemarahan warganet ini awalnya diunggah oleh akun Instagram @berandaviral.id. Dalam rekaman tersebut, terlihat beberapa siswa laki-laki mengacungkan jari tengah di belakang seorang guru perempuan berjilbab ungu yang sedang berjalan.

Tak hanya mengacungkan jari tengah, para siswa tersebut tampak tertawa mengejek sambil menjulurkan lidah. Potongan video lain bahkan menunjukkan seorang siswa melakukan gestur seolah mengelus kepala sang guru saat sedang makan, sebuah tindakan yang dinilai sangat tidak sopan dalam norma kesantunan.

Akun Instagram SMAN 1 Purwakarta Digeruduk Netizen

Buntut dari kejadian ini, akun Instagram resmi SMAN 1 Purwakarta langsung diserbu warganet. Meski pihak sekolah telah menutup kolom komentar pada unggahan terbaru, netizen tetap membanjiri unggahan lama untuk meluapkan kekecewaan mereka.

"Miris, seorang pendidik malahan nggak dihargai sedikit pun," tulis salah satu akun di kolom komentar. Warganet lain bahkan meminta agar siswa yang terlibat masuk dalam daftar hitam (blacklist) dunia kerja dan perguruan tinggi.

Baca Juga: Viral Wanita di Mojokerto Pukul Anak Kecil karena Tak Terima Jalannya Dipotong, Warganet Geram

Respons KDM: Orang Tua Menangis, Sarankan Hukuman Karakter

Dedi Mulyadi mengonfirmasi bahwa dirinya telah menerima laporan kronologi dari Dinas Pendidikan terkait insiden ini pada Sabtu (18/4/2026). Ia menyebutkan bahwa orang tua siswa yang bersangkutan telah dipanggil dan merasa sangat terpukul.

"Berdasarkan informasi, anak tersebut orang tuanya sudah dipanggil ke sekolah dan orang tuanya nangis, merasa menyesal atas tindakan anaknya," ujar pria yang akrab disapa KDM tersebut.

Pihak sekolah diketahui telah menjatuhkan sanksi berupa skorsing selama 19 hari. Namun, KDM memberikan saran alternatif agar hukuman yang diberikan lebih berdampak pada pembentukan karakter

Yaitu, membersihkan halaman sekolah dan toilet setiap hariI selama 1 hingga 3 bulan, tergantung perkembangan perilaku siswa. Hukuman ini bertujuan memberikan efek jera sekaligus bimbingan moral yang nyata.

Halaman:

Editor: Muhammad Gusta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X