Kabar Mojokerto - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menyulap suasana penjara menjadi layaknya kampung halaman menjelang perayaan HUT ke-80 RI.
Suasana penuh gelak tawa pecah saat para warga binaan berlomba menangkap ayam dengan mata tertutup, mengenakan daster, dan penutup kepala.
Tak hanya soal menangkap ayam, namun kekonyolan peserta yang justru memeluk sesama peserta karena salah arah menjadi hiburan tersendiri bagi penonton dan petugas.
Lomba ini menjadi magnet perhatian di antara belasan kegiatan lain yang digelar, mulai dari futsal bersarung hingga karaoke antar-blok tahanan.
Baca Juga: Viral Video Tuduh Galian Kabel di Mojokerto Ilegal, Telkom Buka Suara
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiwan, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk memperingati kemerdekaan, tetapi juga sebagai pelepas stres bagi para narapidana.
"Kami ingin membuat mereka merasakan atmosfer kampung, bukan hanya menjalani hukuman," jelas Rudi dalam keterangannya.
Dengan jumlah penghuni yang mencapai 972 orang tersebar di 32 kamar tahanan, tiap blok mengirimkan perwakilan untuk unjuk gigi di lomba-lomba yang berlangsung selama beberapa hari ini.
Tidak hanya narapidana, petugas lapas pun ikut meramaikan lomba sebagai bentuk kedekatan emosional yang ingin dibangun.
"Hadiah mungkin sederhana, tapi maknanya besar – sembako seperti kopi, mie instan, dan sabun mandi sangat mereka hargai," tambah Rudi.
Salah satu peserta lomba, Andika Jono Prayoga, narapidana kasus narkoba, menyebut dirinya sangat menikmati momen ini dan bahkan berhasil masuk final lomba karaoke.
"Jarang-jarang bisa tertawa sebebas ini di sini, saya merasa seperti ikut tujuhbelasan di kampung sendiri," ujar Andika.
Hal serupa juga dirasakan Dwi Nur Rahayu, WBP perempuan yang menyabet juara satu lomba tarik tambang tahun ini.