Kabar Mojokerto - Tiga desa di Mojokerto menjadi langganan kekeringan saat musim kemarau tiba. Sekitar 2.414 menggantungkan pasokan air bersih dari pemerintah. Entah sampai kapan dampak kekeringan hanya ditangani dengan sebatas mengirim bantuan air bersih.
Tiga desa tersebut berada di kaki Gunung Penanggungan Mojokerto, meliputi Desa Kunjorowesi dan Manduromanggunggajah, Kecamatan Ngoro, serta Desa Duyung di Kecamatan Trawas.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Yo'ie Afrida Soesetyo mengakui belum ada solusi permanen untuk mengatasi kekeringan akibat musim kemarau itu.
Sejauh ini, pihaknya hanya mendistribusikan air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Pendistribusian air bersih ini telah dilakasanakan sejak 29 Juli hingga 1 September 2025 mendatang.
"Alokasinya 4 tangki untuk Desa Kunjorowesi, masing-masing 3 tangki untuk Desa Manduro dan Duyung. Setiap tangki 4.000 liter," katanya.
Baca Juga: Ribuan Warga Terdampak Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan Bantuan Air Bersih
Artikel Terkait
Krisis Air Bersih Meluas di Mojokerto, Bertambah 3 Kecamatan
Suplai Air Bersih di Hentikan, Krisis Air Bersih Tetap Melanda di 3 Kecamatan Mojokerto
6 Desa di Mojokerto Dilanda Banjir Usai Hujan Deras Semalaman
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Lagi, Masyarakat Diimbau Potensi Banjir Lahar