Kabar Mojokerto - Seorang pecinta alam asal Semarang ditemukan tewas di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Pacet, Mojokerto. Polisi menemukan luka di tubuhnya yang diduga akibat sengatan tawon.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa korban bernama Alaika Nugraha Abddillah (29), warga Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Semarang. Penemuan mayat ini pertama kali dilaporkan oleh petugas Tahura Raden Soerjo di semak-semak hutan bagian selatan wisata Petung Sewu.
Kapolsek Pacet, AKP Agus Setiawan, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan tentang penemuan mayat tersebut pada Minggu, 3 November 2024, pagi. Setelah itu, polisi segera mendatangi lokasi.
“Kami menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 09.00 WIB. Kondisi korban saat ditemukan sudah meninggal dunia,” kata Agus kepada wartawan.
Saat ditemukan, posisi korban terlentang dengan satu kaki menekuk. Korban mengenakan jaket hitam dan celana pendek. Sekitar dua meter dari tubuh korban, ditemukan jas hujan plastik, cangkir, spirtus, tumpukan ranting, tas, dan kopi sachet. Selain itu, polisi juga menemukan dompet, kartu ATM, dan KTP.
“Ketika kami temukan, mulut dan punggung korban sudah dikerubungi tawon. Namun, tubuhnya sudah kaku,” ungkap Agus.
Lokasi penemuan korban telah dipasang garis polisi. Jenazah korban dievakuasi ke RSUD Sumberglagah, Pacet, Mojokerto untuk diidentifikasi dan divisum.
Hasil identifikasi sementara menunjukkan bahwa tidak ditemukan luka serius. Hanya terdapat tiga luka bintik di bagian punggung, yang diduga akibat sengatan tawon.
“Kemungkinan besar korban mencari ranting. Ia bisa saja kesengat tawon. Dugaan sementara juga mengarah pada kemungkinan kedinginan; kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” papar Agus.
Pihak kepolisian telah mengumpulkan keterangan dari saksi. Berdasarkan informasi dari warga sekitar, korban terlihat beberapa kali naik turun dengan berjalan kaki dari arah Cangar menuju Sendi, Pacet.
“Informasi dari masyarakat sekitar, tiga hingga empat hari yang lalu, korban terlihat mondar-mandir di situ, berjalan kaki dengan membawa tas. Ia dari arah atas menuju bawah, atau dari arah Batu ke bawah,” imbuhnya.