Kabar Mojokerto - Dua Bandit menggasak sepeda motor milik seorang pegawai Shopee Express (SPX) di Mojokerto dengan modus membeli nasi bungkus. Aksi mereka terekam kamera pengawas (CCTV).
Peristiwa ini terjadi tepatnya di depan gudang Shopee Express yang terletak di Jalan Raya Desa Simbaringin, Kutorejo, Mojokerto, pada Rabu, 4 Desember 2024.
Berdasarkan rekaman CCTV yang diterima tim Kabar Mojokerto , salah seorang pelaku yang mengenakan helm berjalan dengan hati-hati mendekati sepeda motor korban sekitar pukul 04.50 WIB. Sementara itu, rekannya menunggu di pinggir jalan dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria.
Baca Juga: Polisi Temukan 4 Botol Berisi Bensin dari Lokasi Lansia di Mojokerto Terbakar
Tanpa disadari oleh korban, pelaku mulai menarik sepeda motor tersebut secara perlahan. Saat itu, pelaku mengeluarkan sebuah alat dari saku bajunya untuk merusak rumah kunci sepeda motor korban (key lock seat assy). Setelah berhasil merusaknya, pelaku langsung menyalakan sepeda motor korban dan membawanya kabur ke arah selatan.
Menurut petugas keamanan SPX, Sukron Maksum (33), korban bersama tiga rekannya sempat mengejar pelaku menggunakan sepeda motor. Namun, pengejaran tersebut tidak membuahkan hasil.
“Mungkin jaraknya sudah terlalu jauh, jadi tidak terkejar,” kata Sukron kepada tim Kabar Mojokerto di lokasi (04/12/2024).
“Tapi waktu mengejar itu, mereka tidak sadar telah menyalip rekan maling itu. Setelah melihat rekaman CCTV, baru mereka tahu,” tambahnya.
Sebelum kejadian, lanjut Sukron, korban bersama tiga rekannya sedang sibuk menyortir paket. Posisi mereka hanya berjarak sekitar 10 meter dari sepeda motor korban, namun pandangan mereka terhalang oleh dinding yang memiliki lebar sekitar 2 meter.
Baca Juga: Bocah Tenggelam Saat Berenang di Sungai Desa Tempuran Mojokerto
Sementara itu, salah satu pegawai yang shift kerjanya sudah selesai sedang tidur tepat di sebelah sepeda motor korban. Namun, saat pelaku beraksi, pegawai tersebut tidak menyadarinya.
“Kebetulan sepeda motor korban juga tidak dikunci stangnya, jadi pelaku dengan mudah mengambilnya,” ujarnya.
Ia menduga, sebelum beraksi, kedua pelaku sempat berpura-pura membeli nasi bungkus di warung makan yang berada tepat di sebelah utara gudang SPX. Hal tersebut diperkuat oleh keterangan Ibnu Muayat (64), pemilik rumah makan.
Ibnu menjelaskan, awalnya pelaku datang berboncengan dari arah selatan dan berhenti di warungnya. Ia mengaku salah satu pelaku sempat menghampirinya dan memesan tiga bungkus nasi.
Baca Juga: Jembatan Antardesa di Mojokerto Putus Akibat Tergerus Arus
"Saat itu, saya meninggalkan pelaku untuk mengambil sayuran. Tak lama kemudian, saya mendengar teriakan para pegawai SPX yang menyebut kata 'maling'," ujarnya.