peristiwa

Gerak Cepat Pemkab Mojokerto Atasi Jembatan Antardesa yang Putus

Kamis, 5 Desember 2024 | 08:00 WIB
Jembatan antardesa yang putus di Kedungudi, Desa Kedung Gempol, Kecamatan Mojosari. (Kabarmojokerto.id/Muhammad Lutfi Hermansyah)

Kabar Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto bergerak cepat mengatasi jembatan antardesa yang putus di Kedungudi, Desa Kedung Gempol, Kecamatan Mojosari. Jembatan ini putus akibat diterjang aliran Sungai Sadar.

Rencana perbaikan dilakukan dengan pembangunan jembatan darurat untuk mengganti sementara bagian jembatan sisi utara yang ambrol tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, mengatakan perbaikan jembatan putus di Desa Kedung Gempol akan segera dilakukan.

Tim BPBD Mojokerto saat membersihkan eceng gondok dan sampah di aliran Sungai Sadar. (Kabarmojokerto.id/Muhammad Lutfi Hermansyah)

Baca Juga: Truk Fuso Vs Mobil Daihatsu Terios Adu Banteng di Mojokerto, 1 Luka

"Akan segera kami tangani secara darurat supaya bisa dilewati," jelasnya kepada Kabar Mojokerto, Rabu (4/12/2024).

Ia mengungkapkan Pemda sudah mengupayakan perbaikan konstruksi jembatan pada 2023 lalu karena jembatan tersebut memerlukan perawatan dan perbaikan.

"Tahun lalu sudah mengajukan permohonan pembangunan jembatan baru ke provinsi, tetapi belum disetujui," ungkap Rinaldi.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Mojokerto, Henri Surya, menjelaskan jika perbaikan jembatan mulai dilaksanakan hari ini dengan mendatangkan alat berat dan besi penyangga untuk membuat jembatan darurat.

Bagian yang rusak sekitar 15 meter akan diganti dengan konstruksi jembatan darurat berbahan besi. Di atasnya akan ditutup dengan bahan kayu atau sesek bambu.

"Pengerjaan jembatan darurat sudah mulai berproses, dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 10 hari ke depan," tutupnya.

Baca Juga: Dua Bandit Terekam CCTV Gasak Sepeda Motor Pegawai SPX di Mojokerto, Modus Beli Nasi Bungkus

Sementara itu, BPBD Kabupaten Mojokerto telah membersihkan tumpukan eceng gondok bercampur sampah rumah tangga di aliran Sungai Sadar, yang diduga menjadi penyebab tersumbatnya aliran sungai. Arus sungai kemudian mengarah ke plengsengan dan menggerus penahan pondasi, sehingga menyebabkan ujung jembatan ambrol.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Yo'ie Afrida Soesetyo, mengatakan pembersihan sampah di bawah jembatan Kedungudi melibatkan warga dan potensi relawan, dengan menggunakan alat berat dari DPUPR serta perahu karet.

Baca Juga: Polisi Temukan 4 Botol Berisi Bensin dari Lokasi Lansia di Mojokerto Terbakar

"Para relawan menggunakan perahu karet dengan membawa tali dilengkapi besi pengait untuk menarik tumpukan sampah menggunakan ekskavator dari tepi sungai," jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini