peristiwa

Korban Banjir di Mojokerto Keluhkan Gatal-gatal

Rabu, 11 Desember 2024 | 15:45 WIB
Korban banjir di Dusun Pendowo, Desa Ngingasrembyong, Mojokerto memeriksakan kesehatan di Posko Kesehatan. (Kabarmojokerto.id/M Lutfi Hermansyah)

Kabar Mojokerto - Banjir akibat meluapnya Avur Watudakon di Mojokerto sudah empat hari belum surut. Warga korban banjir di Mojokerto mulai mengeluhkan gatal-gatal.

Seperti yang dirasakan Darmi Ningsih. Lingkungan tempat tinggalnya di Dusun Pendowo, Desa Ngingasrembyong, Sooko, Mojokerto terdampak banjir parah. Rumah Darmi terendam banjir dengan ketinggian sekitar 40 cm.

Saat ini, ia bersama keluarganya mengungsi di Taman Pendidikan Al-Qur'an, tepat di depan rumahnya. Banjir yang tak kunjung surut ini menyebabkan kakinya gatal-gatal.

“Kena air jadi gatal-gatal sejak kemarin,” ungkapnya kepada wartawan di lokasi, Rabu (11/12/2024).

Baca Juga: Nakes di Mojokerto Keliling Terobos Banjir Pakai Perahu Buatan Kartar demi Bantu Warga

Hal serupa juga dirasakan Panji. Warga Dusun Pendowo, Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko itu mengungsi di Posko Kesehatan.

“Baru tadi datang ke posko kesehatan karena gatal-gatal,” ujarnya.

Ia mengaku, selama mengungsi dirinya mendapat bantuan nasi bungkus tiga kali sehari. Bantuan nasi bungkus ini didapat dari dapur umum yang didirikan Dinas Sosial.

Menurutnya, banjir ini akibat luapan sungai yang minim serapan. Bukan semata-mata karena sumbatan eceng gondok.

“Saya berharap tidak ada banjir lagi tahun depan. Kalau begini, kerja tidak bisa. Dari dulu eceng gondok sudah ada, meskipun ada eceng gondok, tidak banjir. Karena air meluap dan kurang serapan,” beber Panji.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto telah mendirikan posko kesehatan di Balai Dusun Pendowo. Tenaga kesehatan (nakes) dari 27 puskesmas akan diterjunkan secara bergantian.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

Tak hanya menunggu di posko, sejumlah nakes dari Puskesmas Gedeg turun ke warga terdampak banjir di rumah-rumah yang terendam banjir sejak pukul 07.30 WIB. Sebab, sebagian warga memilih tetap bertahan di rumah dibanding mengungsi.

Nakes berkeliling ke rumah warga dengan perahu bersama Karang Taruna Desa setempat. Nakes Puskesmas turut dibantu Dokpol Polres Mojokerto untuk memeriksa kesehatan warga korban banjir.

Perawat Desa Puskesmas Gedeg, Catur Sugeng, mengatakan korban terdampak banjir mulai diserang berbagai penyakit, di antaranya gatal-gatal, demam, batuk pilek, hingga hipertensi.

Halaman:

Tags

Terkini