Berdasarkan pengamatan Kabar Mojokerto di lokasi, warga Desa Tempuran sudah kembali beraktivitas seperti biasa pasca banjir. Beberapa warga juga mulai membersihkan sampah bekas banjir dan sisa lumpur sejak pagi. Termasuk Oky yang mulai membersihkan rumahnya dari sisa genangan air.
Meskipun air telah surut, petugas gabungan tetap disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan. Sebagian warga masih berada di sejumlah tempat pengungsian. Dapur umum pun terlihat masih berdiri di Kantor Desa Ngingasrembyong.
Banjir di Desa Tempuran dan Ngingasrembyong ini akibat Avur Watudakon meluap. Berdasarkan data yg dirilis BPBD Kabupaten Mojokerto, rumah terendam banjir di Desa Tempuran tersisa 930 unit dengan 2730 jiwa.
Sedangkan di Desa Ngingasrembyong 753 unit ruwah yang terendam. Warga terdampak mencapai 1367 jiwa.