Selain sekolah, banjir ini juga turut merendam halaman Kantor Desa Tempuran, sejumlah rumah, dan lahan pertanian warga setempat.
Kepala Desa Tempuran, Slamet, menuturkan bahwa banjir dipicu kebocoran pintu klep Avur Jombak dan Watudakon. Sehingga aliran air meluap ke area persawahan, rumah, halaman sekolah, dan kantor desa.
“Kemarin, kurang lebih ada 15 rumah warga yang terdampak. Sekarang tinggal 5 rumah, halaman sekolah, dan kantor desa,” ungkapnya.