Pilbub Mojokerto 2024 : PKB Deklarasi Dukungan untuk Pasangan Ikfina - Gus Dulloh Berjargon Idola Rakyat

Photo Author
Administrator, Kabar Mojokerto
- Rabu, 5 Juni 2024 | 20:48 WIB
Pasangan Ikfina - Gus Dulloh memberikan sambutan dalam acara konsolidasi dan sosialisi kader PKB di Hotel Ayola Sunrise.
Pasangan Ikfina - Gus Dulloh memberikan sambutan dalam acara konsolidasi dan sosialisi kader PKB di Hotel Ayola Sunrise.

Kabar Mojokerto -  Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendeklrasikan dukungan untuk pasangan Ikfina Fahmawatu - Gus Sa’dulloh Syarofie alias Gus Dulloh untuk maju di Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto 2024. Pasangan ini mengusung jargon Idola Rakyat.


Dukungan digelorakan dalam acara konsolidasi dan sosialisasi calon bupati - calon wakil bupati Mojokerto di Aula Hotel Ayola Sunrise, Rabu (5/6/2024). Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Desk Pilkada DPP PKB  sekaligus Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar alias Gus Halim.


Nampak hadir pula Ikfina Fahmawati dan Gus Dulloh. Selain itu juga diikuti jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Mojokerto beserta sejumlah kiai dan kader.


Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia itu memastikan, DPP PKB telah merampungkan surat rekomendasi dan siap untuk diserahkan. Surat rekomendasi diserahkan di Rumah Budaya Selo Aji Trowulan hari ini juga.


“Rekom sudah ditanda tangani Ketum dan Sekjen, PKB sudah final,” katanya kepada wartawan usai acara Konsolidasi dan Sosialisasi calon bupati - calon wakil bupati Mojokerto.


Dia menegaskan kader PKB di Mojokerto mulai dari level DPC hingga anak ranting akan total memenangkan duet Ikfina - Gus Dulloh. Saat ini, PKB tengah menjalin komunikasi dengan partai lain untuk merajut koalisi. Antara lain, PDIP, Golkar, PKS, dan Perindo. Gus Halim berharap, partai-partai lain bisa bersama-sama mendukung pasangan Ikfina - Gus Dulloh.


“Untuk partai lain, ayo. (ikfina - Gus Dulloh) ini bukan orang lain, orang Mojokerto, ini milik kita semua, milik kita bersama masyarakat Mojokerto. Saya mengajak partai-partai politik di Mojokerto untuk satu barisan bersama Bu Ikfina. Sudah komunikasi dengan Golkar, PDIP, PKS, Perindo,“ ungkapnya.


Gus Halim menyebut, ada beberepa alasan merekomendasikan Ikfina menjadi Bupati Mojokerto di periode kedua ini. Satu satunya adalah ingin Ikfina mengimplementasikan visi-misinya yang belum terselesaikan saat 3 tahun menjabat.


Alasan menurunkan rekomendasi kepada pasangan Ikfin - Gus Dulloh itu  juga sempat ditanyakan oleh para kiat saat Gus Halim sowan. Yakni, KH Marzuki Mustamar, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, Gus Fahim, dan KH Abdurahman Kautsar atau Gus Gus Kautsar.


“Kemarin saya laporkan kepada Kiai-kiai di Jatim, Kiai Marzuki, Gus Salam, Gus Fahim Ploso, Gus Kautsar, dan ada kiai-kiai Lirboyo. Saya, melaporkan bahwa besok ada deklrasi pasangan Ikfina - Gus dulloh. Saya ditanya apa alasannya? Pertama, Ikfina dikepemimpinan sebelumnya yang  tidak sampai 5 tahun, dulu banyak sekali waktunya kosong karena Covid, maka banyak visi-misi beliau yang terbentur,” ungkapnya.


“Kita dukung agar visi-misi Ikfina bisa terwujud betul. Untuk menutup kekurangan periode sebelumnya dan menambah di periode selanjutnya. Maka pasangan yang paling tepat mendampingi Buk Ikfina adalah Gus Dulloh. Tidak ada alasan politik, semua orentasinya adalah kesejahteraan masyarakat,” sambungnya. 


Ketua DPC PKB Kabupaten Mojokerto Ainy Zuhroh menyatakan, jika saat ini Ikfina masih dalam proses masuk menjadi kader PKB. Namun, untuk Gus Dulloh belum.


“Masih proses tingggal menunggu KTA dari DPP. Tidak (mejadi kader) karena Gus Dulloh representasi NU, belum sampai kesana,” tandasnya.


Disunggung soal rencana koalisi, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto ini belum bisa memastikan. Ia menyebut masih dalam komunikasi.

Halaman:

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Ini Misi Besar Prabowo di Pidato Sidang Umum PBB

Senin, 22 September 2025 | 19:04 WIB

Intip Harta Kekayaan Qodari yang Kini Jadi Kepala KSP

Kamis, 18 September 2025 | 15:55 WIB

Ini Alasan Dibalik Rahayu Saraswati Mundur dari DPR RI

Kamis, 11 September 2025 | 17:50 WIB

Prabowo Sebut Ada Gejala Tindakan Makar dan Terorisme

Minggu, 31 Agustus 2025 | 17:02 WIB
X