Untuk menjaga keberlanjutan pelestarian arsip-arsip bersejarah ini, Mahfudzi menjelaskan tidak ada perlakuan khusus yang diterapkan pada dokumen-dokumen tersebut, selain memastikan bahwa arsip-arsip tersebut jauh dari potensi kerusakan, seperti terkena air atau serangan serangga.
KUA Gedeg berkomitmen untuk menjaga dan merawat warisan sejarah ini, dengan harapan agar generasi mendatang dapat mengambil pelajaran dan merenungkan betapa berharganya sebuah catatan sejarah dalam melacak asal-usul dan perkembangan sebuah masyarakat.
Baca Juga: Mengenal Kauman di Mojokerto, Dulu Kampungnya Para Ahli Agama
"Kami berusaha semaksimal mungkin agar dokumen-dokumen ini tetap terjaga dengan baik karena ini adalah data negara yang sangat penting," tutup Mahfudzi.
Dengan adanya arsip-arsip bersejarah ini, KUA Gedeg tidak hanya berfungsi sebagai lembaga administrasi pernikahan, tetapi juga sebagai penjaga warisan budaya dan sejarah yang tak ternilai harganya. Sebuah bukti bahwa sejarah, meskipun tertulis dalam tinta dan kertas, akan selalu hidup dan dapat dikenang sepanjang zaman.
Artikel Terkait
Yuk, Kenali 22 Macam Motif Batik Khas Mojokerto
Mengenal Kauman di Mojokerto, Dulu Kampungnya Para Ahli Agama
KH Muhammad Suhud, Sang Pelatih Laskar Hizbullah di Mojokerto-Jombang
Pengeran Bulu, Cucu Sunan Giri dan Penyebar Islam di Mojokerto
Dibangun Abad 18, Masjid Baiturrahman di Gedeg Mojokerto Disebut Peninggalan Raden Ngabehi Wasengsari