Kabar Mojokerto - Menjelang proklamasi kemerdekaan, Mojokerto menjadi titik strategis yang dipersiapkan Jepang sebagai pangkalan militer cadangan di Pulau Jawa.
Menurut pengamat sejarah Ayuhanafiq, Jepang membangun lapangan udara darurat di Bendung Jetis dan Mojosari selatan sebagai antisipasi jika lapangan udara utama di Morokrembangan jatuh ke tangan Sekutu.
"Lapangan udara itu hanya berupa landasan tanah padat tanpa fasilitas lengkap, tapi fungsinya vital untuk memindahkan pesawat tempur dari Surabaya," kata Ayuhanafiq.
Selain lapangan udara, Jepang juga membangun gudang perbekalan untuk menunjang perang di Jawa Timur yang semakin intens.
Sekutu pun menyiapkan rencana serangan ke Surabaya dan Mojokerto dengan membuat peta wilayah tahun 1945 yang menandai berbagai titik penting.
Baca Juga: Situs Bhre Kahuripan Mojokerto Diekskavasi Lagi, Ini Temuan Unik Struktur Bintang dan Pagar Kuno
Dari peta tersebut, berikut lokasi-lokasi strategis yang menjadi pusat perhatian saat itu:
- Rumah penguasa administrasi sipil Jepang di Jalan Kabupaten, kini jadi Asrama Kesusteran Katolik.
- Rumah Bupati Mojokerto, RAA Rekso Amiprodjo.
- Stasiun kereta api milik Stat Spoor (SS), sekarang stasiun Mojokerto, lengkap dengan bengkel perbaikan.
- Stasiun Oost Java Stomptram (OJS) di daerah Miji.
- Pasar Kliwon, pusat perdagangan terbesar di Mojokerto.
- Stasiun pengisian bahan bakar milik Tan Djoe An dekat Pasar Kliwon.
- Rumah Sakit Gatoel dengan fasilitas kesehatan modern.
- Rumah dinas dokter di seberang Rumah Sakit Gatoel.
- Kantor sipil Jepang yang menempati Hotel Brantas di timur alun-alun kota.
- Tangki penyimpanan tetes tebu di timur stasiun SS.
- Sekolah menengah (MULO).
- Kantor Pos.
- Klinik atau rumah sakit daerah di Jalan Timur (sekarang Jalan Gajahmada).
- Kampung China atau Pecinan di Jalan Kediri, sebagai kawasan pertokoan dan niaga.
- Gedung bioskop National yang kemudian dikenal sebagai bioskop Indra.
- Gedung pertemuan.
- Sekolah dasar negeri yang kini menjadi SMPN 2 Kota Mojokerto.
- Alun-alun kota.
- Garasi sekaligus markas komandan tentara Jepang di bekas kantor asisten residen Belanda, kini menjadi markas Korem CPYJ.
- Tower air dan kolam renang.
- Kamp tawanan orang Eropa.
- Bendungan Mlirip.
- Detasemen atau kantor polisi yang menggunakan rumah milik orang China di timur stasiun SS.
"Keberadaan banyak lokasi ini menunjukkan bagaimana Mojokerto bukan hanya kota biasa, tapi titik krusial yang mendukung kegiatan militer dan sipil pada masa itu," ungkap Yuhan sapaan akrabnya.
Yang menarik, bengkel MSM yang punya peran vital dalam mobilitas pasukan tidak dimasukkan dalam peta Sekutu, sebuah hal yang masih menjadi tanda tanya.
Baca Juga: Akal Bulus Para Lurah di Mojokerto Dapat Pinjaman Bank Desa Demi Judi, Bikin Bupati Naik Pitam
Rencana serangan Sekutu ke Surabaya dan Mojokerto akhirnya batal karena Jepang menyerah setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945.
"Mojokerto pernah berada di titik penting sejarah dunia, dan kisah ini penting kita kenang menjelang hari kemerdekaan," tutup Yuhan.
Artikel Terkait
Asal Usul Desa Sooko Mojokerto, Pusat Peradaban Kuno dari Era Majapahit ke Masa Kini
Daftar Nama Kapolres Mojokerto dari Masa ke Masa
Akal Bulus Para Lurah di Mojokerto Dapat Pinjaman Bank Desa Demi Judi, Bikin Bupati Naik Pitam
Situs Bhre Kahuripan Mojokerto Diekskavasi Lagi, Ini Temuan Unik Struktur Bintang dan Pagar Kuno