Akal Bulus Para Lurah di Mojokerto Dapat Pinjaman Bank Desa Demi Judi, Bikin Bupati Naik Pitam

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Jumat, 25 Juli 2025 | 11:00 WIB
Ilustrasi permainan judi (ThorstenF/pixabay.com)
Ilustrasi permainan judi (ThorstenF/pixabay.com)

Kabar Mojokerto -  Belakang banyak kasus judi yang melibatkan pejabat negara. Rupanya, kasus serupa sudah terjadi sejak jaman baheula.

Pejabat kerap menyalahgunakan kewenangannya agar bisa berjudi. 

Di Mojokerto, para Lurah yang terlibat judi pernah marak. Mereka menggunakan rekening tertentu demi bisa bermain judi.

Tentu saja, bukan rekening online seperti sekarang ini. Mereka menggunakan rekening tidak sah alias punya siasat khusus agar dapat pinjaman bank.

Pemerhati sejarah Mojokerto, Ayuhanafiq menceritakan, awal tahun 1916 pegawai bank desa di Mojokerto dipusingkan dengan tekornya kas di lembaga keuangan tempatnya bekerja.

“Ada puluhan orang atau malah lebih dari ratusan orang yang tidak melaksanakan kewajibannya dalam mengangsur pinjamannya,” kata Yuhan, sapaan akrabnya.

Menurut dia, mayoritas penunggak angsuran itu dari kalangan petani. Namun hal ini ditengarahi tak lazim. Sebab, biasanya para petani tertib melunasi pinjamannya.

“Pinjaman sejumlah uang yang didapatkan petani dari lembaga keuangan, sebut saja simpan pinjam yang ada di desanya akan dibayar setelah panen. Maklum dana pinjaman itu memang untuk kebutuhan saat musim tanam,” tuturnya.

Baca Juga: Dua Arena Judi Sabung Ayam di Mojokerto Digerebek, 5 Orang Diamankan

Dikatakanya, kala itu simpan pinjam di desa dikelola oleh lembaga keuangan bernama Loemboeng Desa. Pimpinannya dikenal sebagai mantri Loemboeng.

Secara struktural para mantri loemboeng itu bertanggung jawab pada pejabat daerahnya hingga pada pimpinan tertinggi, yaitu bupati. Macetnya angsuran yang terjadi di wilayahnya membuat Bupati Mojokerto Kromodjojo Adinegoro galau.

Bupati Kromodjojo lantas memerintahkan para pejabat mantri Loemboeng untuk menelusuri sabab musabab kredit macet itu. Pendekatan personal kepada debitur pun dilakukan.

“Dengan cara demikian diharapkan mampu mengatasi persoalan kredit macet,” ujar Yuhan.

Upaya mantri Loemboeng  itu termuat dalam Berita Mingguan Het Kolonial Weekblad yang terbit di Den Haag edisi 20 April 1916.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X