Sejarah Kamas Setyoadi Dirikan Perguruan Pencak Silat Dalikumbang

Photo Author
Administrator, Kabar Mojokerto
- Minggu, 5 Februari 2023 | 14:44 WIB
Wakil Ketua Cabang Perguruan Pencak Silat Dalikumbang, Imam.
Wakil Ketua Cabang Perguruan Pencak Silat Dalikumbang, Imam.

Sooko - Setelah pensiun dini dari dunia militer tahun 1959, Kamas Setyoadi merintis perguruan pencak silat. Perguruan pencak silat tersebut Diberi nama Dalikumbang, yang masih eksis hingga sekarang.


Bekas Komandan Kompi 48 Divisi I STM Surabaya atau lebih dikenal Kompi The Black Cat itu dikenal memiliki ilmu kanuragan tinggi. Ia sangat disegani di lingkungan tanah kelahirannya, Desa Sambiroto, Kacamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.


Ketika terjadi pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) bergejolak , Kamas mengajak para pemuda Desa Sambiroto belajar ilmu beladiri. Harapannya, para pemuda desa dapat turut serta membantu menjaga diri dan lingkungan sekitar. Khususnya di tempat-tempat mengaji dan musholla.


Salah satu senior dan pelatih aktif perguruan pecak silat Dalikumbang, Imam menceritakan, awal melatih, Kamas menggelar latihan di latar depan rumah peninggalan orang tuanya. Lokasi tepatnya sekarang di sisi selatan Sambiroto gang 8. Kala itu, sedikitnya terdapat sekitar 25 pemuda yang mengikuti.


"Waktu itu hampir bersamaan dengan pemberontakan PKI. Sehingga bagi beliau para pemuda perlu dibekali ilmu bela diri. Waktu itu nama perguruannya masih Kucing Hitam," katanya.


Wakil ketua Cabang Perguruan Pencak Silat itu menjelaskan, ilmu bela diri yang diajarkan Kamas tidak mempunyai karakteristik khusus. Menurutnya, bela diri khas Jawa Timuran memang tidak mempunyai pakem khus, karena campuran dari berbagai ilmu beladiri.


[irp posts="1664" ]

Saat Imam masih belia, ia kerap melihat pejuang kemeredekaan RI itu melatih di Lapangan Desa Sambirito. Darisitulah ia tertarik dengan kharisma sosok Sang Guru Besar, sebutan warga Dalikumbang kepada Kamas.


"Saya tertarik dengan beliau karena orangnya kharismatik. Fisiknya mirip anaknya yang terakhir," cetusnya.


Pemberian nama perguruan pencak silat dengan nama Dalikumbang, mempunyai cerita tersendiri. Nama itu didapat setelah Kapten Kamas melakoni ritual khusus dan sowan kepada para Kiai di tahun 1969. Seiring berjalannya waktu, perguruan tersebut terus berkembang dan sakin banyak peminatnya. Sebab, Dalikumbang merupakan satu-satu perguruan pencak silat asli Mojokerto.


Karena muridnya semakin banyak, Kamas memindahkan tempat latihan di halaman rumah pribadinya, berlokasi di Jalan Raya Brangkal tepi jalan Nasional Mojokerto-Surabaya. Rumah ini, dibangun bersama istrinya. Karena rumah orang tunya yang di Sambiroto telah dijual.




-
Rumah pribadi Kapten Kamas Setyoadi berlokasi di Jalan Raya Brangkal tepi jalan Nasional Mojokerto-Surabaya.

Masih kata Imam, banyak yang salah mengartikan nama Dalikumang. Dalikumbang bukanlah gabungan dua nama hewan, melainkan nama ilmu kanuragan Jawa Kuno.


Ketika sang guru besar melatih, ilmu kanuragan diturunkan kepada anak didiknya. Namun, sepeninggalan guru besar, para sesepuh Dalikumbang tidak ada yang berani menurunkan. Selain tidak ada wasiat dari sang guru besar, Kapten Kamas, memiliki ilmu kanurgan ada resiko tersendiri.


"Waktu itu warga (pesilat Dalikumbang) senior tidak ada yang berani menurunkan karena tidak ada perintah maupun wasiat dari beliau. Karena khawatir kena sanksi pemegang ilmu kanuragan di hari tua atau menjelang ajalnya," terang Imam.


[irp posts="1733" ]

Hingga saat ini, warga perguruan pencak silat Dalikumbang jumlahnya mencapai ribuan. Selain kemampuan bela diri, warga Dalikumbang juga diajarkan nilai-nilai budaya, budi pekerti, dan agama. Mengingat, banyak pesilat yang menggunakan kemampuannya pada hal negatif atau salah tempat.  Nilai-nilai tersebut terkandung dalam prasetya warga dan tridharma Dalikumbang.

Halaman:

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X