Kabar Mojokerto - Kabupaten Mojokerto pernah dipimpin seorang Bupati dari kalangan militer. Yaitu Mayor Infateri Raden Achmad (R.A) Basoeni. Ia diantarkan Partai NU menduduki kursi Bupati Mojokerto periode 1965-1974.
Pemerhati sejarah Mojokerto, Ayuhannafiq menceritakan, pemilihan Bupati (Pilbub) Mojokerto bergulir pada 1965. Pilbub ini dilaksanakan seiring terjadinya kekosongan jabatan Bupati Mojokerto setelah ditinggalkan Ardi Sriwidjaja. Ardi dimutasi oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim) R. Wijono dengan jabatan baru sebagai Residen Bojonegoro pada 1964.
Bergulirnya perebutan kursi Bupati Mojokerto membuat suhu politik memanas. Semua partai politik mengumpulkan kekuatan dan mencari sosok kandidat. Ditambah, kala itu terjadii persaingan ideologi dari partai-partai pengusung.
“Tiga orang kandidat kepala daerah bersaing untuk mendapatkan dukungan dari para anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, para legislator daerah pemilik suara,” katanya.
Sayangnya, nama-nama kandidat yang muncul menuju kursi Mojokerto 1 tidak ada satu pun berasal dari lokal. PNI misalnya, membawa nama R. Soemardjo.
Selama terjadi kekosongan jabatan Bupati Mojokerto, roda pemerintahan dijalankan oleh Badan Pemerintah Harian (BPH). Menurut Yuhan, kontestasi Pilbub diikuti oleh tiga parpol. Yakni, PNI, PKI dan Partai NU.
Artikel Terkait
Kiai Ilyas Pendiri Pesantren Pertama di Mojokerto, Pondok Penarip Eksis Hingga Kini
Bupati Ikfina Dorong Pelestarian Budaya di Bumi Majapahit, Selaras dengan Nilai NU
Terungkap Luasan Situs Bhre Kahuripan di Mojokerto, Begini Kemegahannya
Mojokerto Punya Kompleks Makam Khusus Bayi di Lahan Bekas Situs Majapahit
Juru Pelihara Kompleks Makam Khusus Bayi di Mojokerto Ungkap Fakta Mengejutkan, Pernah Didatangi Sosok Misterius