Sejarah R.A Basoeni Jadi Bupati Mojokerto Diantarkan Partai NU

Photo Author
Latif Saipudin, Kabar Mojokerto
- Senin, 19 Agustus 2024 | 15:35 WIB
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati ziarah ke makam R.A Basoeni di Taman Makam Pahlawan (Latif Saipudin )
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati ziarah ke makam R.A Basoeni di Taman Makam Pahlawan (Latif Saipudin )

 

 

Kabar Mojokerto - Kabupaten Mojokerto pernah dipimpin seorang Bupati dari kalangan militer. Yaitu Mayor Infateri Raden Achmad (R.A) Basoeni. Ia diantarkan Partai NU menduduki kursi Bupati Mojokerto periode 1965-1974.

 

Pemerhati sejarah Mojokerto, Ayuhannafiq menceritakan, pemilihan Bupati (Pilbub) Mojokerto bergulir pada 1965. Pilbub ini dilaksanakan seiring terjadinya kekosongan jabatan Bupati Mojokerto setelah ditinggalkan Ardi Sriwidjaja. Ardi dimutasi oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim) R. Wijono dengan jabatan baru sebagai Residen Bojonegoro pada 1964.

 

Bergulirnya perebutan kursi Bupati Mojokerto membuat suhu politik memanas. Semua partai politik mengumpulkan kekuatan dan mencari sosok kandidat. Ditambah, kala itu terjadii persaingan ideologi dari partai-partai pengusung.

 

“Tiga orang kandidat kepala daerah bersaing untuk mendapatkan dukungan dari para anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, para legislator daerah pemilik suara,” katanya.

 

Sayangnya, nama-nama kandidat yang muncul menuju kursi Mojokerto 1 tidak ada satu pun berasal dari lokal. PNI misalnya, membawa nama R. Soemardjo.

 

Selama terjadi kekosongan jabatan Bupati Mojokerto, roda pemerintahan dijalankan oleh Badan Pemerintah Harian (BPH). Menurut Yuhan, kontestasi Pilbub diikuti oleh tiga parpol. Yakni, PNI, PKI dan Partai NU.

 

Halaman:

Editor: Muhammad Lutfi Hermansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X