Mengulik Kisah Aneh-Mistis Penjaga Makam Pahlawan Gajah Mada Mojokerto

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Sabtu, 9 November 2024 | 09:10 WIB
Sosok Agus Harianto (45), Penjaga Makam Pahlawan (TMP) Gajah Mada Mojokerto. (Foto: M Lutfi Hermansyah)
Sosok Agus Harianto (45), Penjaga Makam Pahlawan (TMP) Gajah Mada Mojokerto. (Foto: M Lutfi Hermansyah)

Pohon Tumbang dan Sosok Misterius

Pengalaman horor yang tak pernah ia lupakan terjadi saat Agus sedang menebang dua pohon jati di kompleks TMP Gajah Mada. Pohon-pohon tersebut memiliki diameter sekitar 10 cm, dan Agus membuat takik pada batang pohon dengan tujuan agar pohon tersebut jatuh ke arah timur.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Pohon-pohon itu tumbang ke arah barat, menimpa tubuh Agus. "Jatuhnya tidak masuk akal, ke arah barat. Ternyata, saya melihat dua sosok anak kecil," ungkap Agus dengan wajah serius.

Keesokan malamnya, Agus merasa ada yang aneh. Meski sedang duduk di rumah, ia merasa seperti berada di makam dan melihat dua anak kecil itu lagi. Ia pun mengejar mereka dan menangkapnya.

“Malam harinya saya duduk di rumah, tapi saya merasa ada di makam dan mendapati dua anak kecil itu. Saya kejar dan tangkap sampai mereka ampun-ampun. Mereka bilang kejadian pohon timbang ulanhnya, terus minta maaf,” ungkapnya.

Baca Juga: Mengenal Lodewijk Tamaela, Pendiri Jong Ambon yang Wafat Usai Kecelakaan di Mojokerto

Tak Pernah Merinding di Makam Pahlawan

Meskipun sering dihadapkan dengan kejadian-kejadian aneh, Agus mengaku tidak pernah merasa takut atau merinding berada di area makam tersebut. Bahkan, beberapa orang yang datang kepadanya menanyakan hal serupa, yaitu apakah ia merasa takut atau merinding ketika berada di makam.

Agus dengan tegas menjawab, “Tidak pernah.” Beberapa orang yang menanyakan hal tersebut pun menyebutkan sesuatu yang cukup mengejutkan, “Di sini bukan makam, ini lautan darah,” tutur Agus.

Pesan Agus untuk Pengunjung Makam

Agus menutup ceritanya dengan sebuah pesan penting bagi siapa saja yang ingin berkunjung ke makam. “Intinya, selama kita datang dengan niat yang tulus dan menghormati, pasti mereka tidak akan menggangu. Selama kita bisa permisi, pasti mereka akan tenang,” tutupnya.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X