Kabar Mojokerto - Modjokerto Voetbal Club merupakan klub sepakbola pada era kolonial. Klub ini menjadi cikal bakal lahirnya Persatuan Sepak Bola Mojokerto atau Persem.
Namun, penentuan tanggal pasti berdirinya Persem Mojokerto cukup sulit. Menurut pemerhati sejarah Mojokert, jika merujuk beberapa sumber menyebutkan Persem berdiri pada tahun 1931. Versi lain merujuk pada klub sepak bola pertama di Mojokerto, yakni MVC (Mojokerto Voetbal Club), yang sudah berdiri sejak 1920.
Yuhan mengatakan, salah satu momen penting dalam sejarah sepak bola Mojokerto terjadi pada bulan Desember 1936. Saat itu, sejumlah klub sepak bola di Mojokerto mengadakan pertemuan untuk membahas pembentukan sebuah federasi sepak bola baru yang menggantikan Modjokertosche Voetbalbond (MVB).
Baca Juga: Makam di Tanggul Brantas Mojokerto, Siapa yang Dikuburkan?
“Pertemuan itu dihadiri oleh empat klub, yaitu MVC, Modjopait Voetbalbond, HCTNH, dan Veld Politie Voetbal Club, F Schwab, yang memimpin rapat tersebut, mengusulkan untuk membentuk organisasi baru yang akan menjadi wadah bagi seluruh klub sepak bola di Mojokerto” jelas Ayuhannafiq.
Pada pertemuan tersebut, ide untuk mendirikan Modjokertosche Voetbal Unie (MOVU) diterima dengan antusias oleh mayoritas klub yang hadir. MOVU akhirnya resmi dibentuk pada 11 November 1936. Federasi ini bertujuan untuk memfasilitasi kompetisi antar klub sepak bola di wilayah Mojokerto.
“F Schwab terpilih sebagai ketua pertama MOVU. Pengurus lainnya terdiri dari H Scipio (MVC), Johan (Vitesse), Roeslanadi (Modjopait), dan Tan Liep To (HCTNH),” tambah Ayuhannafiq.
Namun, perjalanan MOVU tidak berlangsung lama. Setelah F Schwab meninggal dunia pada Maret 1937, pengurus federasi melakukan pergantian ketua. Dalam rapat pengurus yang diadakan setelahnya, W de Richemont terpilih sebagai ketua baru, menggantikan posisi F Schwab.
Baca Juga: Awal Mula Lahirnya Partai Besutan Bung Tomo di Trowulan Mojokerto
“Setelah wafatnya F Schwab, pengurus MOVU memilih W de Richemont sebagai ketua baru. Pada masa itu, MOVU juga menghadapi masalah keuangan, terutama terkait dengan biaya sewa lapangan yang cukup tinggi,” kata Ayuhannafiq.
Menurutnya, salah satu usulan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menerbitkan buletin olahraga yang bisa menambah pendapatan federasi.
Pada saat itu, MOVU menggunakan Lapangan Mangoensari sebagai tempat pertandingan, namun biaya sewa lapangan yang mencapai 150 gulden menjadi beban yang cukup berat. Untuk menutupi kekurangan dana tersebut, pengurus MOVU mengusulkan penerbitan buletin olahraga, yang sebelumnya sudah dilakukan oleh MVC.
Di masa kejayaannya, MOVU tidak hanya mengorganisir kompetisi antar klub, tetapi juga membentuk tim sepak bola yang terdiri dari pemain-pemain berbakat seperti Soekandar, Soekabar, dan Soetojo.
Baca Juga: Sejarah Ludruk Karya Budaya di Mojokerto dari Masa ke Masa
Artikel Terkait
Candi Kesiman Tengah di Mojokerto, Diduga Bangunan Suci untuk Para Resi
Reco Lanang, Arca Budha di Lereng Gunung Butak Mojokerto
Sejarah Ludruk Karya Budaya di Mojokerto dari Masa ke Masa
Awal Mula Lahirnya Partai Besutan Bung Tomo di Trowulan Mojokerto
Makam di Tanggul Brantas Mojokerto, Siapa yang Dikuburkan?