Penggunaan ChatGPT Berlebihan Bisa Lemahkan Otak dan Daya Ingat, Ini Hasil Risetnya!

Photo Author
Fanda Yusnia, Kabar Mojokerto
- Selasa, 24 Juni 2025 | 09:00 WIB
Ilustrasi Studio AI (Artificial intelligence) (Kabarmojokerto.id)
Ilustrasi Studio AI (Artificial intelligence) (Kabarmojokerto.id)

Kabar Mojokerto - Sebuah riset dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengungkapkan bahwa penggunaan AI seperti ChatGPT secara berulang dalam tugas menulis esai dapat berdampak negatif terhadap fungsi otak manusia. Studi ini menyoroti risiko melemahnya memori, menurunnya keterlibatan kognitif, serta hilangnya rasa kepemilikan terhadap hasil tulisan.

Melansir Bloomberg Technoz, Selasa (23/6), dalam penelitian berjudul “Your Brain on ChatGPT: Accumulation of Cognitive Debt when Using an AI Assistant for Essay Writing Task”, tim MIT Media Lab bekerja sama dengan beberapa institusi akademik di Amerika Serikat meneliti efek penggunaan AI (Artificial Intelligence) terhadap proses berpikir manusia.

Baca Juga: Blackberry Bangkit Lagi Lewat Zinwa Q25, Ini Spesifikasinya

Otak Jadi Pasif, Kemampuan Mengingat Menurun

Studi tersebut memperkenalkan istilah "utang kognitif", yakni kondisi ketika otak terlalu mengandalkan mesin untuk berpikir, sehingga perlahan kehilangan kebiasaan memproses informasi secara mandiri. Akibatnya, individu yang terlalu sering memakai bantuan AI menunjukkan penurunan dalam aktivitas otak dan daya pikir kritis.

Penelitian dilakukan dengan melibatkan 54 peserta yang dibagi ke dalam tiga kelompok: satu menggunakan ChatGPT sepenuhnya, satu memanfaatkan mesin pencari seperti Google, dan satu lagi mengandalkan pemikiran sendiri tanpa bantuan eksternal.

Selama empat bulan, para partisipan menulis esai dalam empat sesi terpisah. Mereka juga dipasangi perangkat EEG (elektroensefalografi) guna merekam aktivitas otak selama proses penulisan berlangsung.

Baca Juga: Huawei Nova 13 Pro, Intip Spesifikasi dan Harganya di Sini!

Hasil Menunjukkan Dampak Signifikan

Data yang dikumpulkan memperlihatkan bahwa kelompok yang menggunakan ChatGPT memiliki aktivitas gelombang otak paling rendah, terutama pada gelombang alpha dan beta yang berkaitan dengan konsentrasi dan pengambilan keputusan. Bahkan saat diminta menulis tanpa bantuan pada sesi akhir, keterlibatan mental mereka tetap berada di bawah kelompok lain.

Tak hanya itu, mereka juga mengalami kesulitan dalam mengingat kembali isi esai yang baru ditulis, serta merasa kurang terhubung secara emosional dengan karya tersebut. Ini dianggap sebagai indikator lemahnya pemrosesan memori dan keterlibatan personal.

Sebaliknya, peserta yang menulis tanpa bantuan apa pun menunjukkan hasil paling kuat. Selain aktivitas saraf yang tinggi, esai mereka juga mendapat nilai terbaik dari para penilai, baik manusia maupun sistem evaluasi berbasis AI.

Efisiensi vs Pemahaman Mendalam

Meskipun penggunaan ChatGPT terbukti membantu dari segi efisiensi, hasil studi ini menunjukkan adanya kompromi dalam hal kualitas pemahaman. Mereka yang terbiasa menggunakan AI mengalami kesulitan membangun argumen secara mandiri dan cenderung hanya menyunting secara permukaan tanpa memahami isi secara mendalam.

Penggunaan AI secara terus-menerus juga menurunkan kapasitas otak dalam menganalisis dan mengingat informasi, sekaligus mengurangi rasa memiliki terhadap hasil tulisan.

"Ketika seseorang terbiasa mendelegasikan proses berpikir ke AI, fungsi reflektif dan kemampuan membangun struktur pengetahuan internal menjadi lemah," tulis tim peneliti dalam laporan resminya.

Perlu Pendekatan Bijak dalam Menggunakan AI

Kelompok yang menggunakan mesin pencari berada di tengah-tengah: mereka tetap menunjukkan keterlibatan kognitif yang baik, namun tidak sekuat kelompok yang tidak menggunakan alat bantu sama sekali.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

GTA 6 Dirilis November 2026, Ini Tanggalnya

Kamis, 5 Februari 2026 | 13:24 WIB

Penjelasan Telkomsel Soal Indihome Alami Gangguan

Kamis, 22 Januari 2026 | 15:36 WIB

Komdigi Ancam Blokir Cloudflare Gegara Hal Ini

Kamis, 20 November 2025 | 11:22 WIB
X