Di dalam blog resminya, OpenAI OpenAI juga menyebut tengah berkolaborasi dengan berbagai pakar di bidang kesehatan remaja.
Beberapa pakar yang digandeng termasuk mereka yang ahli di bidang gizi dan gangguan pola makan, hingga penyalahgunaan zat yang bisa dipakai untuk bunuh diri.
Hal ini dilakukan supaya ChatGPT bisa memberikan respons dan saran lebih baik ketika seorang remaja memasukkan input (prompt) yang berkaitan dengan nasib hidup mereka.
Terkait respons dan saran, OpenAI juga menyebut pihaknya akan menghadirkan sebuah teknologi baru. Teknologi ini nantinya bisa mengalihkan pengguna dari model AI "reguler" ke model AI yang bisa berpikir lebih pintar alias reasoning.
Baca Juga: Jaecoo J7 SHS Mejeng di GIIAS Surabaya 2025, Intip Spesifikasi dan Harganya
Pengalihan model AI ini akan otomatis dilakukan apabila ChatGPT mendeteksi adanya prompt atau percakapan sensitif yang berkaitan dengan bunuh diri, kesehatan mental, dan lain sebagainya.
“Model AI penalaran akan lebih konsisten dalam mengikuti pedoman keselamatan dan lebih tahan terhadap upaya penyalahgunaan,” tulis OpenAI dala’ di blog resminya.
Fitur Parental Controls di ChatGPT diperkirakan akan meluncur sekitar bulan Oktober mendatang. Untuk fitur-fitur keamanan remaja lainnya disebut akan hadir dalam 120 hari ke depan.
Artikel Terkait
Bupati Ikfina Luncurkan Super Apps Layanan Publik, Ini Fitur-fiturnya
Redmi 15 5G Segera Rilis: Fitur Flagship di Harga Entry Level, Ini Detailnya
Game Roblox Dilarang Mendikdasmen, Ini 5 Langkah Orang Tua Awasi Aplikasi di Android Anak
Honda CB125 Hornet Resmi Rilis di India, Motor Sport 125cc dengan Fitur Canggih!