Kabar Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Ning Ita) memimpin apel perdana di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, Senin (3/3/2025). Dalam kesempatan itu, ia membeberkan program 100 hari kerjanya menjabat pada periode kedua ini.
Setidaknya ada 4 program Ning Ita yang linier dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Yakni, peningkatan ekonomi berbasis penguatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), penurunan kemiskinan, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.
Baca Juga: Lapas Mojokerto Hadirkan Layanan Video Call Gratis untuk Warga Binaan
Ning Ita mengatakan, saat ini ada puluhan ribu UMKM di Kota Mojokerto yang sudah berjalan. Para UMKM ini dinilai mampu menjadi pendongkrak ekonomi kerakyatan.
"Puluhan ribu UMKM ini riil berbasis data, memiliki NIB, kita akan intervensi secara masif, dengan tujuan pertumbuhan ekonomi," kata Ning Ita usai apel perdana di Gedung Olahraga dan Seni Mojopahit, Senin (3/3/2025).
Penurunan kemiskinan tentu menjadi perhatian serius Ning Ita dan wakilnya, Rachman Sidharta Arisandi atau Cak Sandi. Ning Ita mengklaim, dengan adanya infrastruktur yang memadai, angka kemiskinan dapat ditekan.
Selain itu, sektor pariwisata juga dinilai dapat mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi di Kota Mojokerto ini.
"Penurunan kemiskinan merupakan salah satu tujuan pembangunan nasional. Selanjutnya adalah pembangunan infrastruktur yang merata," ujarnya.
Ning Ita berharap proyek strategis Taman Bahari Majapahit (TBM) bisa segera dituntaskan karena dinilai mampu membuka lapangan pekerjaan dan peningkatan ekonomi kerakyatan.
"Kita punya proyek strategis nasional TBM, ini adalah tanggung jawab, dituntaskan pembangunannya," imbuhnya.
Selain TBM, peningkatan ekonomi melalui event-event juga akan digencarkan dalam program 100 hari kerja Ning Ita. Misalnya, event tahunan Mojo Tirto Festival.
"Dalam waktu dekat ada Mojo Tirto Festival, tahun kemarin sempat ditiadakan, padahal ini sudah menjadi event tahunan Kota Mojokerto," ungkapnya.
Program ketiga adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemkot Mojokerto bukan hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga fokus pada menumbuhkan potensi ekonomi masyarakat.
Artikel Terkait
Hukum Puasa dalam Keadaan Junub Usai Berhubungan Intim, Apakah Sah?
Viral Komplotan Pengemis Motoran Keliling Kampung di Mojokerto, Maksa Minta Rp 50 Ribu per Orang
Polres Mojokerto Larang Penggunaan Sound Horeg untuk Bangunkan Sahur
KH Muhammad Suhud, Sang Pelatih Laskar Hizbullah di Mojokerto-Jombang
Update Harga Sembako di Mojokerto 3 Maret 2025, Cabai Naik Tajam
Bandel, 4 Kendaraan Sound Horeg yang Bangunkan Sahur di Mojokerto Diamankan Polisi
Polisi Tingkatkan Patroli Cegah Perang Sarung dan Balap Liar Saat Ramadan di Mojokerto