Kabar Mojokerto - Sebuah video rekaman CCTV aksi komplotan pengemis keliling kampung di Mojokerto viral di media sosial (medsos). Dalam video tersebut, nampak 3 orang pengemis mengendarai dua sepeda motor. Satu di antaranya perempuan.
Video pengemis tersebut viral setelah diunggah akun Agung Tri di Grup Facebook Info Lantas Mojokerto pada Sabtu, (1/3/2025), sore hari. Video rekaman CCTV berdurasi 4 menit itu memperlihatkan seorang pria membonceng perempuan dengan motor Supra Fit datang ke rumah warga. Di belakangnya disusul pria menggunakan Yamaha Jupiter.
Dalam postingan Mas Yud, disebutkan para pengemis itu mendatangi rumah warga di Dusun Babatan, Desa Ngarjo, Mojoanyar, Mojokerto.
Baca Juga: Belasan LC di Mojokerto Beroperasi pada Awal Ramadan, Begini Akibatnya
Setelah turun dari motor, ketiganya berjalan ke arah pintu depan rumah. Dua orang pengemis laki-laki terlihat tak mencopot helm dan sepatu. Sedangkan si perempuan memakai topi dan penutup mulut.
Mereka terlihat seperti ditemui oleh pemilik rumah. Namun, pemilik rumah tidak terlihat dalam video tersebut. Sekitar 3 menit kemudian, mereka pergi.
Hingga malam (1/3/2025), video aksi pengemis ini sudah ditonton 16 ribu kali, disukai 253 warganet, dibagikan 100 kali, serta menuai 181 komentar.
Pemilik akun Agung Tri, Mukhamad Agung Tri Raharjo, membenarkan bahwa rekaman CCTV aksi komplotan tersebut terjadi di rumahnya pada 1 Maret 2025 sore. Ia menjelaskan, saat itu ketiga pengemis itu ditemui ayahnya. Sementara dirinya berada di belakang rumah.
Menurut dia, satu dari tiga pengemis kerap datang ke rumahnya.
“Yang terdepan itu orang yang sering kesini. Dan dilihat dari video, dia menyuruh temannya ke arah belakang. Ibarat sudah sering datang kesini, dia pernah bahkan sampai ke belakang rumah masuk tanpa permisi,” katanya melalui pesan teks kepada Kabar Mojokerto, Sabtu (1/3/2025).
Baca Juga: Nekat Curi Motor Tetangga, Pria Asal Mojokerto Ditangkap Saat Menginap di Hotel Prigen
Biasanya, lanjut Tri, pengemis itu diberi uang Rp 1.000 atau Rp 2.000. Tetapi, di bulan Ramadan ini mereka meminta Rp 50.000 dengan cara memaksa.
“Di bulan Ramadan ini mintanya Rp 50.000, nggak mau kalau Rp 2.000. Maksa, dan ini bahkan mintanya ke ayah saya yang sedang sakit stroke yang jalannya saja pakai tongkat,” ungkapnya.
Oleh ayahnya, mereka tak diberi uang. Sehingga mengancam akan balik lagi. “Kemungkinan 2 minggu sekali. Bahkan pernah dikasih Rp 500 malah melempar balik. Tadi sore tidak dikasih, tapi dia bilang mau datang lagi,” beber Tri.
Artikel Terkait
Rekomendasi Tempat Ngabuburit di Mojokerto, Simak di Sini!
Ini Jadwal Buka Puasa Ramadan 2025 dan Waktu Salat di Kabupaten Mojokerto
Nekat Curi Motor Tetangga, Pria Asal Mojokerto Ditangkap Saat Menginap di Hotel Prigen
Belasan LC di Mojokerto Beroperasi pada Awal Ramadan, Begini Akibatnya
Mengungkap Keistimewaan Bulan Ramadan