Kabar Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berkomitmen untuk mengatasi masalah stunting yang masih menjadi perhatian utama. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Pemkab Mojokerto mengadakan acara rembuk stunting di tingkat Kabupaten, yang dilaksanakan di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) pada Selasa, (25/3/2025).
Acara ini dipimpin langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra (Gus Barra), yang juga membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Gus Barra menyampaikan prevalensi stunting di Kabupaten Mojokerto pada tahun 2023 tercatat mencapai 16,2%, angka yang mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Data untuk tahun 2024, menurutnya, masih belum tersedia.
Baca Juga: Wabup Mojokerto Salurkan 2.220 Kg Beras dan Kursi Roda untuk Anak Yatim dan Disabilitas
“Penurunan angka stunting haruslah menjadi bagian dari upaya besar kita dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, sesuai dengan visi dan misi pemerintahan kami,” ungkap Gus Barra.
Pemkab Mojokerto telah meluncurkan berbagai kebijakan dan program untuk mempercepat penurunan stunting. Di antaranya adalah Peraturan Bupati Nomor 66 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi serta keputusan yang membentuk tim percepatan penurunan stunting di tingkat kabupaten dan kecamatan.
Gus Barra juga memaparkan sejumlah program unggulan yang telah dijalankan, termasuk program SUJU (Susu Jumat) yang ditujukan untuk siswa SD/MI dan SMP/MTs, serta program GERCEP (Gerakan Percepatan Penurunan Stunting). Program SUJU, yang direncanakan pada tahun 2025, akan mencakup 13.213 siswa, terdiri dari 7.000 siswa SD/MI dan 6.213 siswa SMP/MTs. Program ini mencakup penyuluhan gizi seimbang, kampanye sarapan sehat, serta pembagian susu untuk meningkatkan gizi siswa.
Sementara itu, program GERCEP bertujuan untuk meningkatkan lima aspek penting dalam penanganan stunting, yakni konsumsi tablet tambah darah secara teratur, pemeriksaan kehamilan yang rutin, konsumsi protein hewani yang cukup, kehadiran di posyandu setiap bulan, serta pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama.
Baca Juga: Wali Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Digitalisasi E-Katalog dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Gus Barra menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk mencapai tujuan tersebut, dengan melibatkan sektor pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, dan media.
Selain itu, Gus Barra juga mengungkapkan bahwa Pemkab Mojokerto telah melakukan pemetaan terhadap anggaran dan program-program yang dapat mendukung upaya penurunan stunting.
Hasil pemetaan tersebut menunjukkan adanya kontribusi dari 26 perangkat daerah, termasuk kecamatan, yang terlibat dalam 183 sub-kegiatan terkait stunting. Dinas Kesehatan, menurutnya, merupakan perangkat daerah dengan sub-kegiatan terbanyak, yaitu 22 kegiatan.
Menurut Gus Barra, selain mengurangi prevalensi stunting, Pemkab juga fokus pada pencapaian determinan kesehatan lainnya, seperti cakupan ASI eksklusif dan imunisasi dasar lengkap.
Baca Juga: Mahasiswa Mojokerto Demo Desak Pencabutan Revisi UU TNI, Tolak Militerisasi Demi Jaga Demokrasi
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Waspada! Ini Titik Rawan Kecelakaan di Jalur Mudik Mojokerto
Wali Kota Mojokerto Pastikan Pasokan LPG dan BBM Aman Menjelang Lebaran
Mahasiswa Mojokerto Demo Desak Pencabutan Revisi UU TNI, Tolak Militerisasi Demi Jaga Demokrasi
Wali Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Digitalisasi E-Katalog dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Wabup Mojokerto Salurkan 2.220 Kg Beras dan Kursi Roda untuk Anak Yatim dan Disabilitas