Kabar Mojokerto- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui BPBD akan memasang alat peringatan dini EWS (Early Warning System) di Jalur Pacet-Cangar. Alat ini sebagai pedeteksi pergerakan tanah saat tim penanganan longsor mulai diterjunkan.
Langkah itu diambil dari hasil Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan bencana longsor di Jalur Pacet-Cangar di smart room Satya Bina Karya Pemkab Mojokerto, Sabtu (5/4).
Rakor ini melibatkan Pemkab Mojokero, Polres Mojokerto, Kodim 0815, BPBD Kabupaten Mojokerto, Perhutani, UPT Tahura Raden Soerjo, DPUPR, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto, Dinkes, Basarnas dan Dinsos.
Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Yoie Afrida Soesetyo Djati mengatakan, pembersihan longsor yang menutup jalur alterntif Mojokerto-Batu itu belum bisa dilakukan karena mempertimbangkan keamaanan dan keselamatan petugas. Mengingat, masih berpotensi terjadi bencana longsor susulan di tengah cuaca ekstrem.
Pihaknya akan membentuk Tim Safety Official untuk mematakan medan. Untuk antisipasi kejadian yang tidak diinginkan, akan dipasang sementara EWS untuk mendeteksi pergerakan tanah.
Dalam kegiatan itu juga melibatkan seluruh stakeholder termasuk BMKG Jatim, sebagai ujung tombak dalam prakiraan cuaca untuk alat EWS dan alat deteksi pergerakan tanah.
Artikel Terkait
Pasang Sistem Peringatan Dini, Pemkab Mojokerto Serius dalam Antisipasi Bencana Banjir di Desa Tempuran
Bupati Mojokerto Gus Barra Serahkan Dana Hibah ke Masjid Al-Ikhlas Rp 200 Juta pada Momen Lebaran
Satu Keluarga Pengendara Pikap Korban Longsor di Pacet Ternyata Hendak Mudik ke Trenggalek
Kerabat Satu Keluarga Naik Pikap Korban Longsor di Mojokerto Ungkap Firasat Aneh