Baca Juga: Jalan Rusak Antar Dusun di Mojokerto Viral, Becek saat Hujan dan Berdebu saat Kering
Rinaldi berharap seluruh proyek tersebut bisa selesai tepat waktu, mutu dan anggaran. Dalam pelaksanaanya, lanjut Rinaldi, pihaknya menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengawal dan memastikan proyek berjalan transparan dan sesuai aturan.
"Kita menekankan pengerjaan sesuai SOP dengan pengawasan melekat dan komunikasi yang efektif, pengerjaan peningkatan bendung dan rehabilitasi jaringan irigasi pertanian ini, tepat mutu, tetap biaya, tepat waktu dan tepat sasaran," tegas Rinaldi.
Adapun enam paket pengerjaan yang sudah bergulir teken kontrak, yakni peningkatan Bendung Wonokerto dengan nilai kontrak senilai Rp 4,1 miliar oleh PT. Cumi Darat Konstruksi, peningkatan jaringan irigasi Mojosongo Atas senilai Rp 507 juta, rehabilitasi irigasi Pehngaron Rp 390 juta oleh CV Tiga Bersaudara.
Kemudian, peningkatan Bendung D.I Sampang Rp 306 juta oleh CV Mutiara Katiga, rehabilitasi Bendung Karangsari Rp 359 juta oleh CV Putra Brantas dan peningkatan jaringan Irigasi Karangasem II Rp 293 juta oleh CV Instbicom Informatindo.
Baca Juga: VIDEO : Jalan Rusak Ini Sudah 8 Tahun Tak Tersentuh Pemerintah
Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR) Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman menambahkan, tiga paket kegiatan masih dalam proses tender ulang (retender). Sebab, para peserta lelang tidak lolos evaluasi teknis pada proses tender sebelumnya.
Ia menyampaikan, kesembilan pakey proyek bagian dari upaya pemkab dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui perbaikan infrastruktur.
Artikel Terkait
Jalan Penghubung Antar Desa di Mojoanyar Mojokerto Rusak Parah, Kondisinya Mirip Makadam
Warga Keluhkan Jalan Rusak di Desa Parengan, Mojokerto, Aspal Hilang Menyisakan Tanah dan Krikil
Pembangunan Jembatan Talunbrak di Mojokerto, Pacu Roda Perekonomian Masyarakat
Median Jalan Depan SPN Polda Jatim di Mojokerto Dibongkar, DPR RI Dorong Mitigasi Laka Lantas
Pembangunan Jembatan Talunbrak Mojokerto Dikebut, BNPB Pastikan Selesai Lebih Awal