Potret Proyek Jembatan Talunbrak di Mojokerto, Progres Capai 83 Persen

Photo Author
Fanda Yusnia, Kabar Mojokerto
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 19:24 WIB
Progres pembangunan Jembatan Talunbrak di Mojokerto telah mencapai 83 persen. (M Lutfi Hermansyah)
Progres pembangunan Jembatan Talunbrak di Mojokerto telah mencapai 83 persen. (M Lutfi Hermansyah)

Kabar Mojokerto - Pembangunan Jembatan Talunbrak di Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto menunjukkan progres signifikan dengan capaian pekerjaan yang telah menembus angka 83 persen hingga pertengahan Agustus 2025.

Kerangka utama jembatan mulai terpasang, menandai dimulainya tahap konstruksi struktur atas setelah pekerjaan pondasi rampung lebih dahulu.

"Pengerjaan sudah masuk ke tahap pemasangan rangka baja, progresnya sudah 83 persen dan sejauh ini sesuai jadwal," ujar Rinaldi Rizal Sabirin, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, saat diwawancarai pada Selasa (19/8/2025).

Proyek yang menghabiskan dana sebesar Rp13,5 miliar ini mulai dikerjakan sejak akhir Februari 2025 oleh kontraktor pelaksana CV Sekar Arum.

Baca Juga: Wali Kota Mojokerto hingga DPRD Hadiri Undangan KPK, Bahas Soal Tata Kelelola Pemerintahan

Jembatan baru ini dibangun dengan bentang sepanjang 60 meter dan lebar 7 meter, jauh lebih lebar dibandingkan jembatan lama yang hanya selebar 2 meter.

Pembangunan Jembatan Talunbrak dianggap sangat penting karena menjadi penghubung utama antara Dusun Talun, Desa Talunblandong dengan Dusun Karangpilang, Desa Ngampel di wilayah Gresik.

Sejak jembatan lama rusak akibat banjir besar di Kali Lamong pada tahun 2021, warga setempat hanya mengandalkan jembatan darurat untuk beraktivitas.

Jembatan baru ini diharapkan akan meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mempercepat distribusi hasil pertanian dan memudahkan akses menuju fasilitas pendidikan.

Baca Juga: Pesan Wali Kota Mojokerto di Hari Kemerdekaan: Kedaulatan Kunci Indonesia Emas

Pemkab Mojokerto juga menegaskan bahwa jembatan ini nantinya hanya akan dilalui kendaraan dengan klasifikasi kelas III sesuai standar jalan kabupaten.

"Setelah resmi difungsikan, jembatan hanya diperuntukkan bagi kendaraan standar kabupaten, untuk menjaga keamanan dan usia teknisnya," tambah Rinaldi.

Dengan kehadiran jembatan permanen ini, warga berharap tak lagi kesulitan dalam menyeberangi Kali Lamong, terutama saat musim hujan tiba.

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X