Kabar Mojokerto - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mendapat kucuran dana alokasi insentif fiskal 2024 senilai Rp18,7 miliar sebagai apresiasi dari Kementerian Keuangan atas capaian penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan angka stunting, dan percepatan belanja daerah.
"Alhamdulillah, Kota Mojokerto kembali mendapat dana insentif fiskal dari pusat. Tahun 2023 kami menerima Rp 6,4 miliar atas capaian penghapusan kemiskinan ekstrem, dan tahun 2024 kami menerima Rp 18,7 miliar. Ini adalah hasil dari upaya penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, dan percepatan belanja daerah yang telah kami lakukan," kata Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro, Kamis 5 September 2024.
Alokasi insentif fiskal tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 353 Tahun 2024, tertanggal 1 September 2024. Dalam keputusan tersebut, alokasi insentif fiskal tahun berjalan 2024 ditujukan untuk penghargaan bagi provinsi, kota maupun kabupaten dengan kinerja terbaik, kelompok kategori kesejahteraan masyarakat.
Anggaran sebesar Rp 18,7 miliar yang diterima Pemkot Mojokerto rencananya bakal digunakan untuk memperkuat program-program kesejahteraan masyarakat, terutama dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan dan stunting yang menjadi fokus pemerintah.
Tak hanya itu, dana yang bersumber dari APBN yang diberikan kepada daerah itu juga untuk mendukung pengelolaan anggaran daerah yang lebih efektif dan efisien.
"Dana ini bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga motivasi bagi kami untuk terus bekerja keras dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Mojokerto. Kami akan terus berinovasi dan memastikan bahwa dana ini digunakan secara optimal untuk kepentingan masyarakat," tambahnya.
Dengan penghargaan ini, Pemkot Mojokerto semakin berkomitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, serta terus memperkuat program-program sosial dan pembangunan.
Diketahui, alokasi insentif fiskal 2024 untuk kota onde-onde tersebut diterima secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo mewakili Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro dalam Rakornas Percepatan Penurunan Stunting di Jakarta, Rabu 4 September 2024.
Sebagai informasi, presentase penduduk miskin ekstrem Kota Mojokerto tahun 2023 tercatat 0 persen, sedangkan untuk prevalansi stunting di Kota Mojokerto terus melandai dari waktu ke waktu. Hal tersebut terlihat dari perhitungan Elektronik Pencatatan Laporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPBGM) dari 3,12 pada 2022 menjadi 2,04 pada 2023 dan mencapai 1,85 per Juli 2024.
Sementara untuk belanja daerah, per 31 Agustus 2024, dari anggaran Rp1 triliun, telah terserap 55,36 persen, atau sebesar Rp. 600 miliar.
Artikel Terkait
Lampaui Terget, Pemkot Mojokerto Raup Setoran Pajak Rp 51,9 M di Semester Satu
Wajib Belajar 13 Tahun Bakal Diterapkan di Indonesia, Ini Persiapan Pemkot Mojokerto