Cak Agus Fauzan Dicurhati Emak-emak di Mojokerto Soal Sulit Mencari Kerja dan Sistem Zonasi PPDB

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Selasa, 10 Desember 2024 | 08:00 WIB
Serap aspirasi dan pengaduan masyarakat di Desa Kintelan, Puri, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (7/12/2024). (Kabarmojokerto.id/M Lutfi Hermansyah)
Serap aspirasi dan pengaduan masyarakat di Desa Kintelan, Puri, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (7/12/2024). (Kabarmojokerto.id/M Lutfi Hermansyah)

Kabar Mojokerto - Emak-emak di Mojokerto curhat kepada Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, M Agus Fauzan, terkait persoalan banjir hingga kesulitan mencari kerja untuk anaknya. 

 

Itu disampaikan saat pria yang akrab Cak Fauzan reses  tahap II yang diselenggarakan di Gedung Desa Kintelan, Kecamatan Puri, pada Sabtu (7/12/2024).

 

Cak Fauzan mengundang ratusan warga untuk 'Belanja Masalah' dan mencari solusi atas permasalahan mereka. Seperti pengairan pertanian sekunder yang terbatas di Desa Kintelan akibat kebocoran di Brangkal.

Kemudian kerusakan plengsengan akibat diterjang banjir di Desa Tambakagung. Warga berharap adanya normalisasi sungai tersebut.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Gelar Rakor Lintas Sektor Atasi Bencana Hidrometeorologi

Serap aspirasi dan pengaduan masyarakat di Desa Kintelan, Puri, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (7/12/2024). (Kabarmojokerto.id/M Lutfi Hermansyah)

Para ibu rumah tangga juga mengungkapkan keluhannya. Salah satunya, Aminatus Zuhro. Ia menyatakan bahwa mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan untuk membantu ekonomi keluarga.

“Sulit mencari pekerjaan kalau sudah mempunyai anak, saya mewakili emak-emak supaya bisa dimudahkan mencari kerja meski sudah punya anak,” ujar Aminatus.

Warga lain, Yuliana menyampaikan, agar Cak Fauzan bisa mendorong pemerintah  menghapus sistem zonasi penerimann peserta didik baru (PPDB). Karea dinilai menyulitkan banyak orangtua.

Aini juga menginginkan adanya pelatihan UMKM yang lebih intensif agar dapat mendorong perekonomian masyarakat.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Telurkan Berbagai Inovasi Percepat Layanan Adminduk

“Kami sudah membuat abon (UMKM) tetapi terkendala alat sehingga usaha kami terhenti,” kata Aini.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X