Pemkot Mojokerto Tanggung Biaya 13 Siswa SMPN 7 yang Terseret Ombak di Pantai Drini Gunungkidul

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Selasa, 28 Januari 2025 | 17:52 WIB
Pj. Wali Kota Mojokerto, Ali Kuncoro, mengunjungi keluarga korban sebagai bentuk empati dan dukungan moral pasca-insiden tragis di Pantai Drini. (M Lutfi Hermansyah)
Pj. Wali Kota Mojokerto, Ali Kuncoro, mengunjungi keluarga korban sebagai bentuk empati dan dukungan moral pasca-insiden tragis di Pantai Drini. (M Lutfi Hermansyah)

Kabar Mojokerto – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto memastikan akan menanggung biaya penanganan 13 siswa SMPN 7 yang terseret ombak di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta. Kejadian ini menyebabkan 3 siswa meninggal dunia dan 1 lainnya masih belum ditemukan.

“Kami pastikan setiap siswa yang menjadi korban musibah ini akan diperhatikan, dan Pemkot Mojokerto akan menanggung seluruh biaya yang timbul akibat kejadian ini,” kata Pejabat (Pj.) Wali Kota Mojokerto, Moch Ali Kuncoro, kepada wartawan, Selasa (28/1/2025).

Ali Kuncoro juga mengunjungi rumah salah satu korban sebagai bentuk empati dan kepedulian Pemerintah Kota Mojokerto terhadap insiden tragis ini.

Baca Juga: 13 siswa SMPN 7 Kota Mojokerto Terseret Ombak Pantai Drini, Tanggung Jawab Siapa?

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, ia juga memberikan santunan sebagai bentuk dukungan moral dari Pemerintah Kota Mojokerto.

“Pemerintah Kota Mojokerto turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kejadian ini. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutur Ali Kuncoro.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto langsung menuju lokasi kejadian untuk mendampingi korban serta mengawal kepulangan jenazah hingga ke rumah duka.

Sebagai langkah preventif, Ali Kuncoro menyampaikan bahwa Pemkot Mojokerto akan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan outing class di seluruh sekolah. Kegiatan yang diizinkan nantinya hanya yang bersifat edukatif, seperti kunjungan ke museum atau perpustakaan.

“Kami akan mengevaluasi kegiatan outing class. Nantinya, hanya outing class yang bersifat edukatif, seperti ke museum atau perpustakaan, yang akan diizinkan. Kegiatan ke tempat wisata tidak akan kami perbolehkan,” tegasnya.

Baca Juga: Jenazah 3 Siswa SMPN 7 Kota Mojokerto yang Terseret Ombak di Pantai Drini Dipulangkan Sore Ini

Ali Kuncoro juga menginstruksikan seluruh sekolah, baik SD maupun SMP di Kota Mojokerto, untuk menggelar doa bersama dan tahlil sebagai bentuk penghormatan serta doa bagi korban, saat kegiatan belajar kembali dimulai.

“Kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua. Ke depan, Pemkot Mojokerto akan mengambil langkah-langkah preventif agar hal serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Insiden kecelakaan laut tersebut menimpa rombongan outing class siswa SMP Negeri 7 Kota Mojokerto di Pantai Drini, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa (28/1/2025) pagi.

Baca Juga: Pemkot Mojokerto Tinjau Ulang Kegiatan Outing Class Setelah 13 Siswa Terseret Ombak di Pantai Drini

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X