Pemkab Mojokerto Gencarkan Pelatihan, 100 UMKM Dapat Pembinaan Manajemen dan Keuangan

Photo Author
Deni Lukmantara, Kabar Mojokerto
- Rabu, 14 Mei 2025 | 19:13 WIB
Bupati Mojokerto Gus Barra memberikan sambutan saat membuka Pelatihan Manajerial bagi Perajin Sepatu di Gedung Dekopinda, Selasa (14/5/2025). (Deni Lukmantara)
Bupati Mojokerto Gus Barra memberikan sambutan saat membuka Pelatihan Manajerial bagi Perajin Sepatu di Gedung Dekopinda, Selasa (14/5/2025). (Deni Lukmantara)

 

Kabar Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ekonomi lokal dengan mengadakan pelatihan khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, pelatihan ini menyasar 100 pelaku usaha, terdiri dari perajin sepatu dan penjahit, yang berasal dari 15 kecamatan.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari mulai Rabu, (14/5/2025), di Gedung RP Soeroso Dekopinda, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajerial dan keuangan para pelaku usaha, guna memperkuat daya saing di tengah tekanan ekonomi yang masih terasa.

Bupati Mojokerto, Gus Barra menyampaikan dukungan pemerintah daerah sangat penting untuk mempertahankan kelangsungan UMKM. Ia menyoroti bahwa sekitar 49 persen pelaku usaha di wilayahnya berada dalam sektor perdagangan, termasuk industri alas kaki dan konveksi, namun banyak yang mengalami penurunan omzet akibat menurunnya daya beli masyarakat.

Baca Juga: Kota Mojokerto Diapresiasi LKPP, Pelopor Pengadaan Barang dan Jasa Berbasis Produk Lokal

"Melalui pelatihan ini, kami berharap para pelaku UMKM bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman dan mampu meningkatkan kapasitas usahanya," ujar Gus Barra saat membuka acara.

Menurutnya, pelatihan ini menjadi bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik. Materi yang diberikan mencakup beragam topik penting, seperti manajemen sumber daya manusia, pengelolaan keuangan, legalitas usaha, penanganan limbah produksi, penyusunan kontrak bisnis, hingga pemasaran digital melalui platform e-katalog.

Gus Barra menambahkan pihaknya ingin mendorong UMKM lokal untuk tidak hanya bertahan, namun juga naik kelas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Pemerintah daerah berupaya menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan yang dihadapi pelaku usaha, dengan memperkuat basis ekonomi lokal melalui produk dalam negeri.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Abdulloh Muhtar, menegaskan pelatihan ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah kepada ekonomi kerakyatan. Ia menilai pelatihan ini sangat penting untuk membantu UMKM menjawab tantangan usaha masa kini.

Baca Juga: Kapolres Mojokerto Kota Ajak Mahasiswa dan Pelajar Nobar Film “Sayap-Sayap Patah 2”

"UMKM merupakan motor penggerak ekonomi lokal. Ketika mereka berkembang, masyarakat sekitar pun merasakan dampaknya langsung, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja," tegasnya.

Dengan pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap dapat menciptakan ekosistem UMKM yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi, sehingga bisa menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi daerah.

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IHSG Kembali Merosot, Istina Bilang Begini

Senin, 2 Februari 2026 | 11:13 WIB

Janda di Mojokerto Rela Jadi Badut Demi 3 Buah Hati

Kamis, 1 Januari 2026 | 17:18 WIB
X