Kabar Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ekonomi lokal dengan mengadakan pelatihan khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, pelatihan ini menyasar 100 pelaku usaha, terdiri dari perajin sepatu dan penjahit, yang berasal dari 15 kecamatan.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari mulai Rabu, (14/5/2025), di Gedung RP Soeroso Dekopinda, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajerial dan keuangan para pelaku usaha, guna memperkuat daya saing di tengah tekanan ekonomi yang masih terasa.
Bupati Mojokerto, Gus Barra menyampaikan dukungan pemerintah daerah sangat penting untuk mempertahankan kelangsungan UMKM. Ia menyoroti bahwa sekitar 49 persen pelaku usaha di wilayahnya berada dalam sektor perdagangan, termasuk industri alas kaki dan konveksi, namun banyak yang mengalami penurunan omzet akibat menurunnya daya beli masyarakat.
Baca Juga: Kota Mojokerto Diapresiasi LKPP, Pelopor Pengadaan Barang dan Jasa Berbasis Produk Lokal
"Melalui pelatihan ini, kami berharap para pelaku UMKM bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman dan mampu meningkatkan kapasitas usahanya," ujar Gus Barra saat membuka acara.
Menurutnya, pelatihan ini menjadi bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik. Materi yang diberikan mencakup beragam topik penting, seperti manajemen sumber daya manusia, pengelolaan keuangan, legalitas usaha, penanganan limbah produksi, penyusunan kontrak bisnis, hingga pemasaran digital melalui platform e-katalog.
Gus Barra menambahkan pihaknya ingin mendorong UMKM lokal untuk tidak hanya bertahan, namun juga naik kelas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Pemerintah daerah berupaya menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan yang dihadapi pelaku usaha, dengan memperkuat basis ekonomi lokal melalui produk dalam negeri.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Abdulloh Muhtar, menegaskan pelatihan ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah kepada ekonomi kerakyatan. Ia menilai pelatihan ini sangat penting untuk membantu UMKM menjawab tantangan usaha masa kini.
Baca Juga: Kapolres Mojokerto Kota Ajak Mahasiswa dan Pelajar Nobar Film “Sayap-Sayap Patah 2”
"UMKM merupakan motor penggerak ekonomi lokal. Ketika mereka berkembang, masyarakat sekitar pun merasakan dampaknya langsung, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja," tegasnya.
Dengan pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap dapat menciptakan ekosistem UMKM yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi, sehingga bisa menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi daerah.
Artikel Terkait
PT Wilmar Padi Indonesia Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Mojokerto
Produk Unggulan Kota Mojokerto Mejeng di Indonesia City Expo APEKSI 2025
Peternak di Mojokerto Siapkan Ratusan Ekor Kambing Jelang Idul Adha, Segini Harganya
Libur Panjang Waisak, Stasiun Mojokerto Catat Lonjakan Penumpang
Belajar Otodidak, Pemuda Mojokerto Ini Sukses Budidaya Sayuran Organik di Lahan Tidur
Kota Mojokerto Diapresiasi LKPP, Pelopor Pengadaan Barang dan Jasa Berbasis Produk Lokal