Kabar Mojokerto - Semangat membangun ekonomi berbasis nilai spiritual kian digelorakan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Pada Kamis (3/7), Pemkab Mojokerto menggelar Roadshow Pasar Modal Syariah Chapter Mojokerto di Pendopo Graha Maja Tama sebagai langkah konkret memperluas pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap sistem keuangan syariah.
Kegiatan yang mengangkat tema "Gaya Investasi Kekinian untuk Semua Kalangan" ini menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Tak kurang dari ratusan peserta hadir, mulai dari pelaku usaha mikro, mahasiswa, aktivis koperasi syariah, hingga tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya sistem keuangan yang adil dan memberdayakan. Ia menyatakan, masyarakat Mojokerto tak boleh hanya menjadi penonton dalam dunia investasi, tetapi harus mampu menjadi pemain utama yang paham secara nilai dan praktik.
Baca Juga: Update Tarif Listrik PLN Juli-September 2025, Berikut Rincian Tarifnya untuk 13 Golongan
"Literasi keuangan syariah bukan hanya tren, tetapi kebutuhan. Masyarakat Mojokerto harus menjadi bagian dari arus ekonomi yang berprinsip keadilan dan keberkahan," ujar Bupati yang akrab disapa Gus Barraa.
Lebih dari sekadar kegiatan edukatif, roadshow ini dianggap sebagai wujud komitmen Mojokerto dalam mendorong ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan angka, tetapi juga berorientasi pada nilai spiritual dan sosial. Gus Barraa menyebut pasar modal syariah sebagai pilar penting dalam membangun ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, Gus Barraa juga menyoroti peran strategis MES sebagai mitra daerah dalam menguatkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Ia menilai, kehadiran MES akan menjadi pendorong baru menuju visi Indonesia Emas 2045 dan Mojokerto yang adil serta sejahtera.
"Ekonomi syariah memberikan harapan besar untuk pembangunan dari akar rumput. Ini sejalan dengan visi kami membangun Mojokerto dari bawah, bersama umat, dan memberi ruang pada pelaku ekonomi kecil," imbuhnya.
Gus Barraa juga menilai, tren positif semakin tampak dari minat kalangan muda terhadap ekonomi Islam. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya institusi pendidikan yang membuka program studi ekonomi syariah dan tingginya animo mahasiswa.
Menurutnya, ini adalah momentum penting yang harus dijaga agar ekonomi syariah terus meluas dan tidak hanya menjadi wacana, tetapi bagian dari praktik keseharian di masyarakat.
Baca Juga: Berkah Kemarau, Perajin Layangan Pantai di Mojokerto Panen Cuan
Kabupaten Mojokerto sendiri memiliki potensi besar dalam pengembangan instrumen keuangan halal, UMKM, dan koperasi berbasis syariah. Dengan dukungan edukasi dan akses informasi yang merata, Gus Barraa optimistis Mojokerto bisa menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi umat di Jawa Timur.
Ia pun menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah, lembaga keuangan, komunitas, dan institusi pendidikan untuk menciptakan iklim investasi yang inklusif dan sesuai prinsip syariah.
"Kami ingin masyarakat berani berinvestasi secara halal, bijak mengelola keuangan, dan menjadi agen perubahan dalam menciptakan Mojokerto yang unggul dan berdaya saing," tutupnya.
Artikel Terkait
BSU Tahap 2 Segera Cair ke 4,5 Juta Penerima, Siapa Saja yang Berhak Dapat?
Pemerintah Tetapkan Tarif Listrik Juli-September 2025, Ada Kenaikan Harga?
Berkah Kemarau, Perajin Layangan Pantai di Mojokerto Panen Cuan
Ini Daftar Harga BBM yang Naik per 1 Juli 2025
Update Tarif Listrik PLN Juli-September 2025, Berikut Rincian Tarifnya untuk 13 Golongan