Kabar Mojokerto - Mahasiswa Kelompok Kerja Nyata (KKN) BBK 4 Universitas Airlangga (Unair) membuat program Babuka di Desa Karangkuten, Gondang, Mojokerto. Program ini untuk memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lewat pembayaran digital.
Ketua Kelompok KKN 4 BBK Unair, Kamilah Sa’diyah mengatakan, Babuka merupakan akronim dari Branding Buzz Karangkuten. Program ini, bertujuan memperkenalkan sistem pembayaran digital berupa QRIS kepada UMKM.
Sistem pembayaran QRIS pertama kali diinisiasi oleh Bank Indonesia. Praktiknya, sistem pembayaran ini berfungsi memudahkan transaksi belanja chasless.
“Kami merancang program ini untuk peningkatan angka melek teknologi pembayaran digital melalui QRIS bagi UMKM di Desa Karangkuten,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kabar Mojokerto, Rabu (24/7/2024).
Baca Juga: Puskesmas Modopuro Punya Inovasi Gertak Sidia, Apa itu?
Kamilah menjelaskan, program Babuka digagas oleh rekannya, Dalila Rahma Adinda. Menurut dia, mahasiswi fakultas ekonomi dan bisnis itu menelurkan program tersebut bermula dari masa survei.
Saat itu, tim BBK 4 Unair Karangkuten hendak membeli makanan dan membawa uang tunai yang jumlahnya terbatas. Terbiasa dengan kemudahan di Surabaya untuk membayar dengan sistem cashless, tim teringat bahwa tidak semua daerah mendapatkan akses kemudahan tersebut.
Setelah melawati diskusi panjang, akhirnya program Babuka ini pun disusun. Menariknya, program Babuka mendapat respons positif oleh Pemerintah Desa setempat.
Artikel Terkait
Microsoft meluncurkan AI chatbot ke aplikasi Bing di iPhone dan Android
Diskominfo Kelola 50 Aplikasi, 20 Aplikasi Mengantre untuk Dibuat, Simak Daftarnya
IKM di Mojokerto Terus Berkembang, Pemkab Dorong dengan Aplikasi Pengusaha Keren
Ribuan UMKM dan Produk Lokal Terdaftar Aplikasi Tumbas, Bupati Mojokerto Fasilitasi Ongkir Gratis
Kenalan Lewat Aplikasi Kencan, Pria Ini Ajak Chek-In di Hotel Mojokerto Lalu Gasak Motor Cewek