Kabar Mojokerto - Realisasi investasi di Kabupaten Mojokerto pada triwulan II-2024 mengalami peningkatan. Seiring dengan itu, serapan tenaga kerja juga mengalami kenaikan.
Data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mojokerto menunjukkan bahwa nilai investasi pada triwulan II-2024 mencapai Rp 1,085 triliun. Angka tersebut naik dibandingkan triwulan I-2024 yang hanya Rp 794,862 miliar.
Dari nilai investasi triwulan II-2024, penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp 273,84 miliar, sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) menyumbang Rp 811,49 miliar.
Baca Juga: Harga Sembako Mojokerto Hari Ini 22 Oktober: Daging Ayam Broiler dan Bawang Merah Naik
“Realisasi investasi triwulan II tahun 2024 mencapai Rp 1,085 triliun dengan serapan kerja 4.163 tenaga kerja lokal. Angka serapan kerja ini meningkat dibandingkan triwulan I tahun 2024 yang hanya 3.406 tenaga kerja lokal,” kata Kepala DPMPTSP Kabupaten Mojokerto, Dedy Muhartadi, pada Kamis (24/10/2024).
Nilai investasi sebesar Rp 1,085 triliun yang masuk ke Kabupaten Mojokerto berasal dari berbagai sektor usaha. Namun, sektor industri logam mendasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya mendominasi dengan nilai mencapai Rp 223,73 miliar.
Selanjutnya, sektor industri makanan menyusul dengan Rp 222,62 miliar, diikuti industri kimia dan farmasi Rp 174,88 miliar, industri mineral non-logam Rp 162,48 miliar, dan industri kendaraan bermotor serta alat transportasi Rp 64,88 miliar.
Industri kertas dan percetakan menyumbang Rp 61,54 miliar, industri perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp 42,68 miliar, industri perdagangan dan reparasi Rp 23,99 miliar, serta industri konstruksi Rp 21,24 miliar.
Selain itu, industri transportasi, gudang, dan telekomunikasi menyumbang Rp 16,04 miliar, industri tekstil Rp 8,39 miliar, industri karet dan plastik Rp 7,19 miliar, jasa lainnya Rp 4,97 miliar, dan industri mesin serta instrumen kedokteran Rp 2,17 miliar.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 21 Oktober 2024 Stagnan, Cek Rinciannya di Sini
Menurut Dedy, realisasi investasi tahun lalu sebesar Rp 3,9 triliun, yang terdiri dari triwulan I Rp 866,63 miliar, triwulan II-2023 Rp 789,02 miliar, triwulan III Rp 1,661 triliun, dan triwulan IV Rp 661,01 miliar. Angka tersebut masih di bawah target yang ditetapkan Pemkab Mojokerto.
“Tahun lalu kami menargetkan Rp 4 triliun, tetapi belum mencapai target,” ujarnya.
Untuk tahun ini, Pemkab Mojokerto menargetkan nilai investasi dapat mencapai Rp 4,5 triliun. Target tersebut tidak lepas dari penyelenggaraan Pilkada 2024 serentak. “Jika Pilkada berjalan aman, tentunya akan berpengaruh terhadap investasi,” tutur Dedy.
Fluktuasi nilai investasi di Kabupaten Mojokerto setiap tahun bukan tanpa sebab. Dedy mengungkapkan, selama ini pelaksanaan pelayanan publik masih menjadi kendala bagi investor yang hendak masuk ke Kabupaten Mojokerto.
Artikel Terkait
Industri Gerabah di Mojokerto Ketiban Berkah Maulid, Omzet Naik Dua Kali Lipat
Perajin di Kota Mojokerto Bikin Puluhan Motif Batik
Harga Sembako Mojokerto Hari Ini 4 Oktober 2024
Berawal dari Otodidak, Perajin Kepala Bantengan di Mojokerto Raup Cuan Puluhan Juta Per Bulan
Berkah Kemarau, Industri Batu Bata Cetak di Mojokerto Alami Lonjakan Omzet!
Harga Emas Hari Ini Turun Tipis, Cek Rinciannya di Sini!
Harga Kebutuhan Pokok di Mojokerto Hari Ini 15 Oktober 2024, Minyakkita di Atas HET
Keren! Kota Mojokerto Jadi Role Model Inovasi Ekonomi Kreatif Nasional 2024
Harga Emas Hari Ini 21 Oktober 2024 Stagnan, Cek Rinciannya di Sini
Harga Sembako Mojokerto Hari Ini 22 Oktober: Daging Ayam Broiler dan Bawang Merah Naik