Kabar Mojokerto - Warga membuka jasa penyeberangan alternatif menggunakan perahu getek untuk menyeberangi Sungai Brantas. Perahu getek ini mulai dirakit sejak Jembatan Pagerluyung, Gedeg, Mojokerto ditutup sementara.
Penutupan sementara Jembatan Pagerluyung karena ada 2 tiang penyanggah yang miring dan patah ternyata berdampak bagi warga sekitar. Sebab, jembatan itu merupakan akses yang sering digunakan warga untuk menyeberang dari Kesamben, Jombang dan beberapa desa di Kecamatan Sooko menuju Kecamatan Gedeg maupun sebaliknya.
Jasa penyeberangan tersebut berada di Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kecamatan Mojokerto
“Ada pengalihan jalan karena (Jembatan) Peguruyung ditutup, sehingga sebagian ada yang lewat sini, sebagian lagi lewat Jembatan Pulo (arah Kota Mojokerto),” kata Salah satu penjaga jasa penyeberangan, Agustinus Putra Margardika (20) kepada wartawab, Senin (23/12/2024).
Baca Juga: Terancam Putus, Jembatan Pagerluyung di Mojokerto Ditutup Sementara
Perahu getek ini dibuat secara swadaya oleh masyarakat sekitar. Perahu penyeberangan alternatif ini banyak dimanfaatkan warga untuk berangkat kerja dan sekolah. Sehingga paling ramai pada pagi hari.
“(Ramai) Kalau pagi, terutama orang berangkat kerja. Sampai jam 8 sudah habis,” ujarnya.
Jasa penyeberangan dengan perahu gotek ini beroperasi selama 24 jam dan dibagi 2 shift penjagaan. Bagi warga yang ingin menyeberang, cukup membayar Rp 2 ribu saja. Namun, khusus bagi pelajar gratis.
Dengan dibukanya jasa penyeberangan ini, dapat meningkatkan penghasilan para penjaganya. Dalam satu shift mampu meraup keuntungan hingga Rp 1 juta per hari.
Artikel Terkait
Belasan Proyek Pembangunan Jembatan dan Jalan Cor di Mojokerto Dikebut, Target Rampung Akhir Tahun
Gerak Cepat Pemkab Mojokerto Atasi Jembatan Antardesa yang Putus
Sampah Membludak di Sungai Sadar-Mojokerto, 2 Jembatan Terancam Rusak
Terancam Putus, Jembatan Pagerluyung di Mojokerto Ditutup Sementara