Awas! Marak Penipuan Berkedok Sembako Murah di Mojokerto

Photo Author
Administrator, Kabar Mojokerto
- Rabu, 20 Maret 2024 | 12:41 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Mojokerto - Mahalnya harga sembako saat ini justru dimanfaatkan para penipu untuk meraup keuntungan. Untuk menjebak para korban, mereka berpura-pura menjadi pedagang sembako dengan harga murah.

Penipuan modus ini bukanlah isapan jempol. Sebab sudah ada warga Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto yang menjadi korbannya. Yaitu BG (27) yang kehilangan Rp 2,4 juta dalam sekejap.

Awalnya, BG yang merintis bisnis dagang beras kecil-kecilan mencari barang melalui Facebook. Ia menemukan salah satu akun Grace Yuliani yang menawarkan beras premium dengan harga murah, yakni hanya Rp 12.000/Kg. Si penipu mengaku mempunyai toko di wilayah Puri.

"Saya tertarik membeli karena harganya murah, maunya saya jual kembali beras itu kepada konsumen," terang BG kepada kabarmojokerto, Rabu (20/3/2024).

Transaksi pun dilakukan BG pada 12 Desember 2023. Ia memesan 200 Kg beras premium dari akun Grace Yuliani. Setelah betukar nomor WhatsApp, pelaku pun memproses pengiriman beras tersebut.

Kepada BG, si penipu berpura menyuruh anak buahnya mengirim beras. Untuk meyakinkan dirinya, pelaku mengirim foto kalau anak buahnya sudah di dekat rumahnya. Sehingga pelaku memintanya mentransfer uang Rp 2,4 juta ke rekening Bank BNI atas nama Hendro Handoyo.

"Memang kurirnya sampai di rumah saya dan membawa beras sesuai pesanan. Namun, saya kaget ketika kurir itu menagih pembayaran," ungkapnya.

Betapa tidak, BG sudah mentransfer pembayaran ke rekening yang diberikan pelaku. Namun, ia masih diminta membayar oleh kurir beras senilai Rp 3,1 juta. Dari situlah terungkap kalau pemilik akun Grace Yuliani bukanlah pedagang beras sesungguhnya.

"Ternyata pelaku hanya menghubungi toko beras di Puri agar mengirim beras ke rumah saya. Dia berpura-pura sebagai pembeli beras itu kepada pemilik toko," ungkapnya.

Setelah menerima transfer dari BG, nomor WhatsApp si penipu tak bisa dihubungi. Modus penipuan serupa hampir memang DN (35), warga Kecamatan Bangsal, Mojokerto. Ia juga tergiur dengan gula murah merek Rose Brand yang ditawarkan akun Facebook Restiie Melinda. Sebab harganya Rp 16.000/Kg. Padahal, harga di pasaran saat itu Rp 17.500/Kg.

Oleh sebab itu, DN memesan 40 Kg gula kepada pelaku. Sama dengan yang dialami BG, DN juga diyakinkan pelaku dengan foto-foto kalau kurirnya sudah sampai rumahnya dan membawa gula pesanan pada 15 Februari 2024. Si penipu pun memintanya segera membayar gula tersebut secara transfer ke rekening Bank BRI atas Karisma Aulia Dwi Cahyanti.

"Untung saja saya tanya-tanya dulu kepada kurir gula itu terkait teknis pembayaran. Si kurir minta dibayar tunai (cash), beda dengan kata pelaku yang minta ditransfer," jelasnya.

Selanjutnya, DN menghubungi pelaku. Saat itu, pelaku kukuh meminta dirinya untuk mentransfer pembayaran Rp 640.000. Sedangkan kurir yang notabene karyawan penjual gula yang asli, menyatakan harga 40 Kg gula itu Rp 700.000. Dari situlah ia baru sadar nyaris menjadi korban penipuan.

"Akhirnya saya batal membeli gula tersebut," tandasnya.

Belajar dari kasus ini, Sobat Karmo mesti ekstra hati-hati membeli sembako maupun barang lainnya yang ditawarkan melalui medsos. Terlebih lagi di tengah mahalnya harga kebutuhan pokok. Kalian sebaiknya tidak mudah gelap mata dengan tawaran harga yang murahnya tidak wajar.

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X