Kabar Mojokerto - Polisi berhasil membubarkan aksi perang sarung yang terjadi di Jalan Pemuda. Dalam operasi tersebut, 15 remaja berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
Menurut keterangan Kasat Samapta Polres Mojokerto Kota, AKP Anang Leo Afera, insiden tersebut berawal dari informasi yang diterima tentang kelompok remaja yang sedang terlibat dalam perang sarung sekitar pukul 01.00 WIB. Mendapat laporan tersebut, sejumlah petugas langsung menuju lokasi untuk mengamankan situasi.
"Benar, kami mendapati adanya kegiatan perang sarung. Sebanyak 15 remaja kami amankan dalam kejadian ini," ujarnya, didampingi oleh Kasi Humas Polres Mojokerto Kota, Ipda Slamet Haryono.
Baca Juga: 6 Pelaku Komplotan Curanmor Ditangkap, Ngaku Beraksi di 21 Lokasi di Mojokerto
Kelima belas remaja yang diamankan terdiri dari enam siswa SMP, delapan siswa SMA, dan satu anak yang telah putus sekolah. Nama-nama mereka antara lain adalah RR (14), AK (14), AS (13), FM (15), RA (14), AD (14), MA (17), AA (17), PA (17), VC (16), DB (16), IM (16), AA (16), RAP (15), dan MB (17).
Anang menjelaskan jika perang sarung tersebut berawal dari tantangan yang disebarkan melalui pesan WhatsApp antar kelompok remaja. Berdasarkan penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi dua kelompok yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
"Mereka melakukan aksi saling pukul menggunakan sarung. Awalnya, mereka hanya saling menantang melalui WhatsApp untuk hiburan semata," jelasnya.
Perang sarung, yang dulunya hanya dianggap permainan ringan selama bulan Ramadan, kini telah berkembang menjadi ajang perkelahian antar remaja. Beberapa kelompok bahkan mulai mengisi sarung dengan batu, yang membuat polisi khawatir akan potensi eskalasi kekerasan.
"Jika tidak segera dicegah, ini bisa berkembang menjadi masalah besar. Dulu hanya sarung, sekarang diisi batu. Kalau batu sudah tidak memadai, bisa beralih ke senjata tajam atau benda berbahaya lainnya," ungkap Anang.
Dalam kejadian tersebut, polisi juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya tujuh sarung yang telah diikat dan delapan sepeda motor. Para remaja yang diamankan akan menjalani pembinaan, sementara pihak sekolah dan orang tua mereka juga akan dipanggil untuk memberikan klarifikasi.
Baca Juga: Polisi Tingkatkan Patroli Cegah Perang Sarung dan Balap Liar Saat Ramadan di Mojokerto
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosppkb) Kota Mojokerto akan bertanggung jawab untuk melakukan pembinaan kepada para remaja yang terlibat.
"Kami akan melakukan pembinaan terhadap mereka, mengingat usia mereka masih sangat muda. Proses pembinaan akan diserahkan kepada Dinas Sosial," jelas Anang.
Selain itu, Anang juga mengimbau agar orang tua lebih waspada dan selalu mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama di malam hari. "Kami meminta orang tua untuk lebih ketat dalam mengawasi anak-anak mereka, jangan biarkan mereka keluar rumah terlalu larut malam," tambahnya.