Bambang sehari-sehari berjualan alat pertanian di sisi timur jalan atau seberang jalan tumpukan sumpah. Menurutnya, tumpukan sampah sudah ada sejak dirinya berjulalan sejak satu bulan yang lalu.
Ia bilang, pembuang sampah sembarangan bukan warga sekitar, melainkan pengendara yang sengaja membuang sampah di lokasi tersebut. Padahal terpasang papan larangan buang sampah sembarangan.
“Orang lewat (sampahnya) dilempar. Kadang mobil kadang motor dari dua arah. Kadang ada yang berhenti terus dilempar," kata Bambang.
Bambang berharap, agar pemerintah daerajh melalukan pemantauan dan menindak tegas siapa pun yang membuang sampah sembarangan.
"Sering-sering datanglah ke desa. lihat-lihat keadaan yang sekiranya kurang bersih atau tertata kurang rapi. Pokoknya lebih seriuslah menangani hal-hal yang sekiranya merugikan bagi masyarakat," bebernya.
Baca Juga: DLH Mojokerto Angkat Tangan Soal Sampah Liar di Eks Pasar Kedung Maling
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa (Kades) Bicak Yunita Dwi Ratnasari mengaku, pihaknya dan Kades Tawangsari serta masyarakat telah berkali-kali membersihkan.
Namun setelah dibersihkan, masih ada yang membuang sampah di lokasi tersebut.
"Desa Bicak dan Tawangsari sudah berulang kali membersihkan. Dana operasionalnya pakai uang pribadi juga. Tapi setelah dibersihkan ya ada yang buang sampah lagi," tandasnya.