"Jalan itu hanya sekali saja diaspal, sekitar 15 tahun lalu. Jalannya sudah hancur parah, sampai sekarang belum pernah diperbaiki," katanya.
Baca Juga: DLH Mojokerto Angkat Tangan Soal Sampah Liar di Eks Pasar Kedung Maling
Menurutnya, ruas jalan yang rusak mayoritas masuk wilayah administrasi Desa Kumitir. Sisanya sekitar 50-100 meter ikut Desa Keraton.
"Sering ada orang jatuh, keebanyakan malam hari. Mungkin orang jatuh itu karena banyak batu dan kerikil bercampur pasir. Sehingga mengakibatkan roda kendaraannya selip terus terpeleset dan terjadi kecelakaan tunggal," ungkap pria warga Desa Kumitir, Kutorejo itu.
Sulaiman berharap, pemerintah desa segara memperbaiki ruas jalan tersebut. Karena jalan ketika musim hujan otomatis tidak nyaman dilintasi.
"kepingin segera diperbaiki, dicor atau diaspal. kalau masalah jalan tidak enak, orang ya pasti menggerutu. Saya kalau lewat ya nggak enak, kalau hujan malah parah, airnya mengendap di kubangan jalan," katanya.
Baca Juga: Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan Mojokerto Timbulkan Bau Tak Sedap
Warga lain, Abdul Rouf (74) menyebut, 15 tahun lalu masyarakat pernah bergotong royong mengaspal jalan dari dana swadaya. Namun, aspalnya tak bertahan lama. “Aspal tersebut bertahan 5 tahun. setelah itu sudah rusak mulai sekitar 10 tahun yang lalu,” ungkapnya.
Artikel Terkait
Film Rumah Dinas Bapak Sudah Sudah Tayang di Bioskop Mojokerto, Ini Sinopsisnya
Polisi Bongkar Bisnis Chip Judi Online di Mojokerto, 5 Orang Diringkus
Musim Kemarau, Sungai Sadar di Mojokerto Dipenuhi Kangkung
Akhirnya Sampah Menumpuk di Eks Pasar Kedungmaling Mojokerto Dibersihkan
Bendera Merah Putih Raksasa Berkibar di Gunung Penanggungan Mojokerto