"Kalau musim hujan, aliran air jadi deras otomatis membawa sampah lebih banyak. Kalau musim hujan tinggi sampah bisa sampai jembatan. Bahkan kalau dipijak orang tidak ambles saking padatnya sampah,“ katanya kepada Kabar Mojokerto, Sabtu (21/9/2024).
Baca Juga: Sampah Liar di Tepi Jalan Nasional Mojokerto Dibiarkan Menumpuk Bertahun -tahun, Warga Resah
Masih kata Suyitno, pembuang sampah di sungai tersebut bukan sepenuhnya warga setempat. Ia menyebut, sebagian besar sampah berasal dari bawaan arus air.
Meski demikian, ia menyayangkan warga setempat masih ada yang membuang sampah di aliran sungai tersebut. Karena, sudah disediakan tempat pembuangan sampah.
"Warga setempat juga ada beberapa oknum yang nakal, namun sebagian besar sampah berasal dari kintiran (bawaan arus air) karena, air tersebut mengalir dari arah barat ke timur," ungkapnya.
"Setau saya orang tempat saya itu kalau membuang ke sungai di bagian barat jembatan jadi langsung terbawa arus sungai," imbuhnya.
Suyitno berharap, Pemkab Mojokerto segera membersihkan sampah di sepanjang aliran Kali Sadar. Selain itu, ia juga meminta agar pemerintah mengimbau masyarakat supaya membuang sampah pada tempatnya.
"Harapanya pemerintah menghimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, padahal kan sudah ada tempatnya, ada yang memunggut juga," pungkasnya
Baca Juga: DLH Mojokerto Angkat Tangan Soal Sampah Liar di Eks Pasar Kedung Maling
Artikel Terkait
Awas! Buang Sampah Sembarangan di Mojokerto Didenda Rp 500 ribu
Satpol PP Lemah Awasi Pembuang Sampah Sembarangan di Mojokerto
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati Hibahkan Kendaraan Pengangkut Sampah dan APAR
Soal Sampah, Warga Seduri Mojosari Kebingungan Buang Dimana
Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan Mojokerto Timbulkan Bau Tak Sedap