Kabar Mojokerto - Di era kini, gaya hidup sehat dan aktif kembali menjadi sorotan, tak hanya anak muda, para orang tua pun ikut meramaikan tren olahraga berjalan kaki di jalanan menanjak atau di atas treadmill dengan kemiringan tertentu. Meski tampak sederhana, ternyata aktivitas ini memiliki banyak manfaat yang luar biasa bagi tubuh.
Melansir dari Healthline, berjalan di tanjakan tidak hanya meningkatkan intensitas latihan, tapi juga memberikan dampak signifikan bagi kesehatan jantung, kekuatan otot, hingga membantu manajemen berat badan.
Baca Juga: Nyamuk Lebih Suka Golongan Darah Tertentu, Yuk Cek Apakah Kamu Termasuk?
Kenapa Jalan Menanjak Jadi Pilihan?
Berjalan atau berlari di permukaan datar bisa menjadi monoton dan membuat progres latihan stagnan. Nah, menambahkan unsur tanjakan, baik di alam terbuka maupun melalui fitur incline di treadmill bisa memberikan variasi dan tantangan baru bagi tubuh.
Berikut beberapa manfaat utama jalan menanjak:
1. Meningkatkan Detak Jantung Secara Signifikan
Aktivitas fisik yang dilakukan di tanjakan terbukti mampu menaikkan detak jantung lebih cepat dibanding berjalan di permukaan datar. Menurut sebuah studi tahun 2021, berjalan di kemiringan 10% hingga 16% lebih efektif dalam meningkatkan detak jantung serta melibatkan lebih banyak otot tubuh secara keseluruhan.
Ini artinya, olahraga jadi lebih efisien, serta waktu lebih singkat, tapi manfaat tetap maksimal.
2. Melatih Tubuh untuk Hadapi Medan Nyata
Berjalan di kehidupan sehari-hari tidak selalu datar. Dengan rutin berlatih di tanjakan, tubuh lebih siap menghadapi medan tak rata, baik saat menaiki tangga, bukit, maupun trotoar menanjak. Ini akan melatih daya tahan, keseimbangan, dan adaptasi otot.
Baca Juga: Waspada! Kebanyakan Makan Daging di Hari Raya Idul Adha Bisa Picu Masalah Kesehatan Ini
3. Melindungi Sendi Lutut dari Kerusakan Jangka Panjang
Berjalan di permukaan datar secara berulang dapat menambah risiko nyeri atau bahkan osteoartritis lutut. Menariknya, latihan di tanjakan justru membantu mengaktifkan otot-otot kaki seperti quadriceps, hamstring, dan betis, sehingga mengurangi tekanan langsung pada sendi lutut.
Manfaat ini sangat berguna untuk lansia, orang dengan obesitas, atau mereka yang sedang pemulihan cedera lutut.
4. Membakar Kalori Lebih Banyak
Semakin curam tanjakannya, semakin besar energi yang dibutuhkan. Studi menunjukkan bahwa berjalan di tanjakan 10% dapat meningkatkan pembakaran energi hingga 22,9%, dan di tanjakan 16% bisa mencapai 44,2% dibandingkan jalan datar.
Dengan kata lain, jika Anda sedang berusaha menurunkan berat badan, ini adalah cara yang sangat efektif untuk menciptakan defisit kalori.
5. Mengaktifkan Otot Kaki Bawah yang Jarang Terlatih
Otot-otot seperti tibialis anterior, soleus, dan peroneal akan bekerja lebih keras saat tubuh mendaki tanjakan. Ini baik untuk memperkuat pergelangan kaki, mengurangi risiko cedera, serta meningkatkan stabilitas tubuh.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Meski penuh manfaat, berjalan di tanjakan juga memiliki tantangan tersendiri. Bagi pemula, mungkin akan merasakan nyeri otot betis atau pergelangan kaki hingga tubuh terbiasa. Orang dengan mobilitas sendi pergelangan yang terbatas juga harus lebih berhati-hati.
Artikel Terkait
5 Rekomendasi Tempat Pijat dan Spa di Mojokerto, Cocok untuk Melepas Penat
Jangan Panik! Ini 7 Langkah Menolong Korban Kecelakaan di Jalan Raya yang Harus Diketahui Orang Awam
Matcha Memang Sehat, Tapi Ini 5 Efek Samping yang Perlu Diwaspadai
Waspada! Kebanyakan Makan Daging di Hari Raya Idul Adha Bisa Picu Masalah Kesehatan Ini
Nyamuk Lebih Suka Golongan Darah Tertentu, Yuk Cek Apakah Kamu Termasuk?