“Sudah kita antisipasi dengan rencana kebutuhan obat (RKO). Kami berharap tidak benar-benar terjadi ledakan yang membuat atas kebutuhan obat. Obat sudah tercukupi, kalau puskesmas kehabisan, maka akan didropping oleh Dinkes Kabupaten, jika Dinkes Kabuten tidak mencukupi, kita akan koordinasi dengan Dinkes Provinsi Jatim,” terangnya.
Baca Juga: Pemkab Mojokerto Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
Dari laporan yang diperoleh, warga terdampak banjir di Desa Ngingasrembyong dan Tempuran sudah mulai terserang penyakit. Selain di posko kesehatan, tim nakes juga jemput bola di tempat-tempat pengusian dan rumah warga.
“Sebagain besar penyakit gatal-gatal ya karena air sudahtercemar, ada juga yang mulai pegal-pegal dan flu. Kalau diare dan demam berdarah belum, tapi akan kita pantau dan antisipasi dini,“ paparnya.
Banjir di Desa Ngingasrembyong dan Tempuran, Kecamatan Sooko, akibat luapan Sungai Avur Watudakon hingga saat ini belum surut. Ketingggian banjir menapai 40 cm sampai 1 meter.
Berdasarkan data BPBD Kabupetan Mojokerto per 11 Desember, warga terdampak banjir di Desa Tempuran sebanyak 2.723 jiwa. Sedangkan Desa Ngingsrembyong mencapai 627.
Artikel Terkait
Eceng Gondok, Batang Pohon hingga Sampah Menginvasi Sungai Brantas di Mojokerto
Pemotor Tewas Usai Tabrak Pohon Lalu Jatuh Dihantam Pikap di Bypass Mojokerto
Terancam Putus, Jembatan Pagerluyung di Mojokerto Ditutup Sementara
Perhatikan! ini Batas Aman Motor Matic Trabas Banjir
Nakes di Mojokerto Keliling Terobos Banjir Pakai Perahu Buatan Kartar demi Bantu Warga