Kasus PMK Merebak di Mojokerto, 6 Ekor Sapi Dilaporkan Mati

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Senin, 30 Desember 2024 | 13:11 WIB
Sapi mati di Desa Madureso, Dawarblandong, Mojokerto yang ditengarai karena terjangkit  penyakit mulut dan kuku (PMK).  (M Lutfi Hermansyah)
Sapi mati di Desa Madureso, Dawarblandong, Mojokerto yang ditengarai karena terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). (M Lutfi Hermansyah)

Suwarno menyampaikan, sejauh ini ada 6 sapi di 3 Dusun ditemukan mati yang ditengarai karena serangan PMK. “Yang meninggal ada 6 (ekor sapi). Di Dusun Madureso 1, Guyangan 2 dan Gogor 3,” katanya.

Baca Juga: Teror Sampah dan Eceng Gondok di Sungai Brantas Mojokerto, Komitmen Jaga Lingkungan Masih Terabaikan?

Menurutnya, kasus matinya sapi terjadi secara beruntun sejak kasus PMK mulai merebak 2 minggu lalu. Sapi mendadak mati setelah sakit selama 1-2 hari.

 

“(Sapi yang mati) sudah dikubur. Kasus ini sudah dilaporkan ke dinas terkait agar cepat tertangani,” tandasnya.

 

Sementara, Kepala Disperta Kabupaten Mojokerto Nuryadi pihaknya sudah melakukan langkah-langkah antisipasi dan pencegahan agar penyakit PMK tak semakin merebak lagi. Pihaknyajuga turun untuk memberikan pengobatan ke sapi-sapi yang terjangkit dan dilaporkan ke Dinas Perteranak Provinsi Jawa Timur.

 

 

“Untuk penanganan kiat langsung cek dan memberikan vaksinasi. Kita juga koordinasi dengan provinsi agar diambil sempelnya,” terang Nuryadi.

 

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MBG Tetap Jalan di Bulan Ramadan, Ini Bocaran Menunya

Selasa, 3 Februari 2026 | 16:05 WIB

Korban Keracunan MBG di Mojokerto Kini Capai 261 Anak

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:45 WIB

India Jadi Role Mode MBG, DPR Minta Kaji Ulang

Selasa, 4 November 2025 | 11:06 WIB

Cuaca Panas Ekstrem, Ini 6 Dampak Paparan Sinar UV

Minggu, 19 Oktober 2025 | 15:32 WIB
X