kesehatan

Kenapa Kasus DBD di Mojokerto Bisa Melonjak? Ini Penjelasan Dinkes

Selasa, 7 Januari 2025 | 19:13 WIB
Lonjakan kasus DBD mengancam Mojokerto di puncak musim hujan. Warga diimbau waspada dan menjaga kebersihan untuk cegah penyebaran nyamuk Aedes Aegypti. (Ilustrasi/Pixabay)

Kabar Mojokerto - Waspadai potensi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Mojokerto seiring datangnya puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2025.

Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, pada tahun 2024 tercatat 226 kasus DBD, dengan kejadian tertinggi terjadi pada awal tahun.

Peningkatan kasus DBD terbesar tercatat pada Februari, sebanyak 66 kasus, dan Maret dengan 48 kasus.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr Agus Dwi Cahyono, menjelaskan upaya pencegahan akan terus dilakukan sebagai persiapan menghadapi kemungkinan lonjakan kasus DBD pada awal tahun ini.

Baca Juga: Kasus PMK di Mojokerto Melonjak Drastis, Total 291 Sapi Terinfeksi

"Diperkirakan jumlah kasus DBD tahun ini akan serupa dengan tahun 2024, dengan puncaknya diprediksi terjadi antara Januari dan Maret," ujar dr Agus pada Selasa (7/1/2025).

Ia menambahkan, pada tahun lalu, kasus DBD terbanyak terjadi pada bulan Januari dengan 24 kasus, April 26 kasus, Mei 16 kasus, dan Juni 13 kasus.

"Untuk bulan lainnya, rata-rata kasus DBD di bawah 10, seperti di bulan Desember ada tujuh kasus dan November hanya empat kasus," lanjutnya.

Ia menuturkan, mayoritas penderita DBD adalah balita dan anak-anak hingga usia 15 tahun, sementara orang dewasa hanya sedikit yang terjangkit.

Sebaran kasus DBD terbanyak terjadi di Kecamatan Puri dengan 49 kasus, diikuti Kecamatan Jetis dengan 34 kasus, Kecamatan Trowulan dengan 28 kasus, dan Kecamatan Sooko dengan 21 kasus.

Penyebab lonjakan kasus DBD ini, menurut dr Agus, adalah cuaca yang memicu terbentuknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti, terutama di air yang bersih seperti genangan dalam barang bekas.

Baca Juga: Tips Memasak Daging di Tengah Wabah PMK

"Mengingat tren peningkatan kasus DBD tahun 2024, kita harus lebih waspada, terutama dalam tiga bulan mendatang," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, dr Ulum Rohmat, menyampaikan pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap penyebaran kasus DBD yang sudah terdeteksi, salah satunya di Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko.

Halaman:

Tags

Terkini

MBG Tetap Jalan di Bulan Ramadan, Ini Bocaran Menunya

Selasa, 3 Februari 2026 | 16:05 WIB

Korban Keracunan MBG di Mojokerto Kini Capai 261 Anak

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:45 WIB

India Jadi Role Mode MBG, DPR Minta Kaji Ulang

Selasa, 4 November 2025 | 11:06 WIB

Cuaca Panas Ekstrem, Ini 6 Dampak Paparan Sinar UV

Minggu, 19 Oktober 2025 | 15:32 WIB