Kasus PMK di Mojokerto Melonjak Drastis, Total 291 Sapi Terinfeksi

Photo Author
Muhammad Gusta, Kabar Mojokerto
- Selasa, 7 Januari 2025 | 08:00 WIB
Sapi mati karena terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK) .  (Istimewa)
Sapi mati karena terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK) . (Istimewa)

Kabar MojokertoPenyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi di Kabupaten Mojokerto mengalami lonjakan drastis. Jumlah sapi yang terjangkit penyakit ini pun bertambah menjadi 291 ekor.

Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto merilis jumlah sapi yang terinfeksi apthovirus (virus penyebab PMK) sebanyak 241 ekor dalam periode 1 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025. Dari jumlah tersebut, 80 sapi sembuh, 16 mati, serta 9 ekor dipotong paksa.

Rupanya, PMK terus menyebar. Saat ini, total 291 sapi terinfeksi apthovirus. Dari jumlah tersebut, 18 sapi mati, 15 dipotong paksa karena sekarat, 183 sembuh, dan 75 masih sakit.

Baca Juga: Tips Memasak Daging di Tengah Wabah PMK

Belasan sapi yang mati akibat PMK tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Mojokerto, yaitu 5 sapi di Dawarblandong, 3 ekor di Ngoro, Gedeg, Jatirejo, Jetis, dan Puri masing-masing 2 sapi, serta Pacet dan Sooko masing-masing 1 sapi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Nuryadi, menjelaskan PMK cepat menyebar karena penularannya melalui udara atau aerosol. Selain itu, penularannya juga terjadi melalui kontak langsung antarternak, serta melalui manusia dan peralatan yang digunakan untuk merawat ternak yang terinfeksi virus tersebut.

Karakter virus yang mudah menular ke hewan berkuku belah, lanjut Nuryadi, diperparah oleh cuaca ekstrem, sehingga menyebabkan hewan stres dan daya tahannya menurun. Selain itu, banyak sapi yang didatangkan dari luar Mojokerto tanpa riwayat vaksinasi.

"Kami sudah memberikan layanan kesehatan dengan pemberian obat dan menerapkan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat peternak," jelasnya kepada wartawan, Selasa (7/1/2025).

Baca Juga: Ini Gejala dan Penanganan Hewan Ternak Terinfeksi PMK

Wacana penutupan sementara pasar-pasar sapi dan kambing di Mojokerto sempat mencuat. Menurut Nuryadi, opsi tersebut tidak akan ditempuh apabila kasus PMK berhasil ditekan.

"Kami menunggu saran teknis dari Pemprov Jatim. Kemungkinan, jika kasus PMK melandai, maka penutupan pasar hewan batal," pungkasnya.

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MBG Tetap Jalan di Bulan Ramadan, Ini Bocaran Menunya

Selasa, 3 Februari 2026 | 16:05 WIB

Korban Keracunan MBG di Mojokerto Kini Capai 261 Anak

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:45 WIB

India Jadi Role Mode MBG, DPR Minta Kaji Ulang

Selasa, 4 November 2025 | 11:06 WIB

Cuaca Panas Ekstrem, Ini 6 Dampak Paparan Sinar UV

Minggu, 19 Oktober 2025 | 15:32 WIB
X