Kabar Mojokerto - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tengah menyerang sejumlah ternak di Mojokerto. Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tidak panik karena PMK dapat diobati dan tidak menular kepada manusia.
Dokter hewan Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto, Nurul Hidayah, meminta para peternak sigap jika mendapati gejala PMK pada hewan ternak. Gejala awal hewan yang terinfeksi PMK antara lain demam tinggi, nafsu makan berkurang, keluarnya lendir berlebihan dari mulut hewan ternak, serta hipersalivasi (berbusa).
Jika gejala awal tidak segera ditangani, maka akan muncul luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, kaki pincang, luka pada kaki, serta diakhiri dengan lepasnya kuku dan kesulitan berdiri. “Ketika ambruk, nafsu makannya tidak ada, yang menyebabkan penyakit menjadi lebih parah,” katanya kepada Kabar Mojokerto, Jumat (3/1/2025).
Baca Juga: Memasuki Puncak Musim Hujan, Ini Tips untuk Warga Mojokerto Jaga Kesehatan Saat Cuaca Dingin
Ia menjelaskan bahwa PMK ditularkan melalui kontak dengan virus pada hewan yang terinfeksi, manusia, alat, dan sarana transportasi yang terkontaminasi dari peternakan yang mengalami wabah PMK. Selain itu, PMK juga dapat menyebar melalui udara, terutama dalam kondisi berangin.
“Penanganannya harus segera dipisahkan dengan hewan ternak lain yang sehat,” ujar Nurul.
Nurul meminta para peternak tidak panik dengan merebaknya kasus PMK. Sebab, menurutnya, penyakit ini dapat disembuhkan dengan pemberian obat-obatan, seperti analgesik dan vitamin untuk pencegahan.
Oleh karena itu, ia juga meminta peternak yang mendapati hewan ternak terpapar PMK segera melapor ke petugas atau ke dinas terkait agar dapat segera ditangani.
“Kami memiliki 3 puskesmas di Dawarblandong, Puri, dan Gondang. Masing-masing puskesmas membawahi beberapa kecamatan serta memiliki tenaga medis dan paramedis. Peternak bisa memanggil, pelayanan gratis selama jam kerja. Jika menggunakan obat-obatan dari dinas, biayanya juga gratis,” terangnya.
Selain itu, peternak diminta terus memperhatikan kondisi hewan yang terinfeksi PMK, terutama pemberian makan yang bergizi. “Harus dijuuj (disuap). Seperti memberi makan rumput dan air minum dengan jumlah yang cukup,” kata Nurul.
Baca Juga: Kasus PMK di Mojokerto Terkendali, Jumlah Sapi Terpapar Turun
Apabila tidak tertangani, lanjut Nurul, hewan yang terinfeksi PMK bisa mati dalam waktu paling lama 7 hari. Ia memastikan bahwa virus ini tidak menular kepada manusia. Sedangkan daging dan susu hewan yang terkena PMK aman untuk dikonsumsi dengan cara memasaknya yang benar.
“Daging dan susu hewan PMK aman dikonsumsi. Namun, kami mengimbau agar direbus minimal 30 menit sebelum dimasak,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Sapi Terjangkit PMK di Mojokerto Tembus 241 Ekor, 13 Mati dan 9 Dipotong Paksa
Daging dan Susu Sapi Terinfeksi PMK Aman Dikomsumsi? Ini Penjelasaan Disperta Kabupaten Mojokerto
Tren Laki-laki Tidak Bercerita, Apa Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental?
16 Sapi di Mojokerto Mati Akibat PMK, Peternak Diimbau Tak Datangkan Sapi dari Luar Daerah
Kasus PMK di Mojokerto Terkendali, Jumlah Sapi Terpapar Turun
Memasuki Puncak Musim Hujan, Ini Tips untuk Warga Mojokerto Jaga Kesehatan Saat Cuaca Dingin