Kabar Mojokerto - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak memicu kekhawatiran masyarakat.
Lalu, bagaimana cara mengolah daging di tengah wabah PMK ? Simak ulasannya dalam artikel ini.
Dokter hewan Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto, Nurul Hidayah, mengatakan PMK menyerang hewan-hewan berkuku seperti sapi dan kambing. Gejala penyakit mulut dan kuku ditandai dengan demam akut dan munculnya lepuh, terutama di bagian mulut dan kaki.
Namun, ia memastikan daging dan susu hewan ternak aman untuk dikonsumsi.
Baca Juga: Ini Gejala dan Penanganan Hewan Ternak Terinfeksi PMK
"Tidak perlu panik, tidak ada perbedaan antara daging dan susu dari hewan yang terinfeksi PMK atau tidak. Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah cara mengolahnya," katanya.
Ia menyarankan agar daging dicuci dengan air bersih setelah dibeli. Kemudian, rebuslah daging tersebut minimal selama 30 menit sebelum dimasak.
Namun, saat ini sebaiknya hindari beberapa bagian sapi, seperti mulut, lidah, jeroan, dan kaki. Pasalnya, bagian-bagian tersebut dapat terpapar langsung oleh virus PMK.
"Kalau memang tidak jijik dengan mulut, lidah, dan kaki yang terkena PMK, boleh saja," ungkap Nurul.
Baca Juga: Memasuki Puncak Musim Hujan, Ini Tips untuk Warga Mojokerto Jaga Kesehatan Saat Cuaca Dingin
Selain itu, Nurul juga memastikan wabah PMK tidak menular kepada manusia, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan.
"Khusus untuk virus penyakit mulut dan kuku, virus ini hanya terdapat pada hewan yang berkuku dua, jadi sangat jarang melompat ke manusia. Jadi, tidak perlu khawatir dari sisi kesehatan manusia," pungkas Nurul.
Artikel Terkait
Tren Laki-laki Tidak Bercerita, Apa Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental?
16 Sapi di Mojokerto Mati Akibat PMK, Peternak Diimbau Tak Datangkan Sapi dari Luar Daerah
Kasus PMK di Mojokerto Terkendali, Jumlah Sapi Terpapar Turun
Memasuki Puncak Musim Hujan, Ini Tips untuk Warga Mojokerto Jaga Kesehatan Saat Cuaca Dingin
Ini Gejala dan Penanganan Hewan Ternak Terinfeksi PMK