Kabar Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto menargetkan pembukaan Sekolah Rakyat pada Juli 2025 mendatang. Saat ini, persiapan sarana dan prasarana terus dimatangkan, mulai dari ruang belajar, asrama, hingga seleksi calon peserta didik.
Lokasi sementara kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan di gedung Balai Diklat milik BKPSDM yang berada di Kecamatan Gedeg. Gedung ini menjadi pilihan utama setelah melewati proses evaluasi kelayakan. Sebelumnya, Pemkab mengusulkan dua lokasi, namun gedung rumah aman milik Dinsos di Jalan Brangkal, Kecamatan Sooko, tidak dinyatakan layak oleh tim penilai.
Untuk tahun ajaran perdana 2025/2026, Sekolah Rakyat Mojokerto akan membuka dua rombongan belajar (rombel) pada jenjang SMP. Setiap rombel akan diisi oleh 25 siswa, sehingga total ada 50 siswa yang akan memulai pendidikan di lembaga ini.
Baca Juga: 788 GTT dan PTT Mojokerto Terima Insentif, Pemkab Dukung Pendidikan Berkualitas
"Kami awalnya mengajukan empat rombel dari dua lokasi berbeda. Setelah dilakukan peninjauan oleh Kementerian PUPR, hanya gedung BKPSDM yang memenuhi syarat, jadi hanya dua rombel yang akan berjalan," ungkap Iwan Bagus Pratama, Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos Mojokerto, Kamis (12/6/2025).
Menurut Iwan, seluruh calon siswa berasal dari keluarga kurang mampu, khususnya yang masuk dalam kategori desil 1 menurut Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dari data tersebut, tercatat ada lebih dari 6.500 anak di Mojokerto yang berpotensi melanjutkan ke jenjang SMP.
Proses seleksi dilakukan secara langsung melalui verifikasi oleh para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka turun langsung ke lapangan untuk mendata sekaligus mensosialisasikan program ini. Dari proses tersebut, hanya 156 anak yang menunjukkan ketertarikan. Setelah dilakukan survei lanjutan, dipilih 50 anak yang paling memenuhi syarat.
Renovasi gedung Balai Diklat juga tengah berlangsung. Proyek revitalisasi ini ditanggung oleh Kementerian PUPR dan ditargetkan rampung pada akhir Juni. Fasilitas penunjang seperti ruang kelas, kantor guru, dapur, ruang makan, musala, hingga asrama tengah dalam tahap penyelesaian.
"Tanggal pasti pembukaan sekolah masih menunggu arahan dari pusat karena program ini berada langsung di bawah Kementerian Sosial," jelas Iwan.
Meskipun bersifat sementara, fasilitas di gedung BKPSDM akan dilengkapi dengan elemen pendukung kegiatan belajar dan kehidupan berasrama. Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga tengah menyiapkan lokasi permanen di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, dengan luas awal 3,5 hektare. Namun, agar sesuai dengan standar Kementerian PUPR, lahan tersebut akan diperluas hingga 6 hektare.
Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan Keagamaan, Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp 3,9 Miliar ke 571 Madrasah
“Kami tengah menjajaki pembebasan lahan tambahan seluas 2,5 hektare. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp8,5 miliar dari P-APBD 2025. Targetnya, pembangunan bisa dimulai tahun ini agar sekolah siap digunakan pada tahun ajaran 2026/2027,” terang Iwan.
Pembangunan fisik sekolah permanen akan didanai oleh pemerintah pusat. Nantinya, Sekolah Rakyat tersebut akan menjadi institusi pendidikan berasrama dengan kapasitas hingga 1.000 siswa, dari jenjang SD hingga SMA, sesuai dengan standar nasional yang telah disetujui Presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menambahkan bahwa progres renovasi gedung BKPSDM telah mencapai 80 persen. Ia memastikan bahwa dua rombel akan siap menerima siswa dengan konsep pembelajaran berbasis asrama, lengkap dengan fasilitas untuk siswa laki-laki dan perempuan.
Artikel Terkait
Tata Cara dan Sunnah Penyembelihan Hewan Kurban Idul Adha
Pemkot Mojokerto Tegas Perangi Pungli di PPDB 2025, Ning Ita: Tidak Ada Toleransi!
Ini Keutamaan Puasa Arafah Lengkap dengan Niatnya
Kerusakan Lingkungan di Sekitar Kita Semakin Parah! Yuk Cek Apa Penyebab dan Dampaknya?
Berbagi Sajadah Saat Salat, Boleh Nggak Sih? Ini Penjelasannya!