Di tengah gempuran Kpop, para seniman di Mojokerto tidak putus asa mengenalkan dan mengajarkan tari tradisional kepada anak muda. Berbagai cara dilakukan agar tarian tradisional tidak punah.
Hal itu terlihat di Pendopo Balai Desa Ketapanrame, Trawas, Mojokerto, Minggu (6/10/2024). Sanggar Seni Abinaya Trawas dan Tari Greged Pandaan mengelar latihan gabungan.
Selain anak didik kedua sanggar, latihan turut diikuti oleh para siswa SDN Ketapanrame 1, guru dari TK PKK 6 Sukoreno dan RA ASH 1.
Nampak pula para mahasiswa KKN Tematik dari Unesa Prodi Seni Drama, Tari, dan Musik.
Baca Juga: Majafest 2023 Mojokerto, Buat Kesan Menarik saat Tari Bedoyo Putri Majaksakti Pecahkan Rekor MURI
Latihan diawali pemanasan. Kemudian bersama-sama memperagakan tari Remo Gagrak Anyar gaya Suroboyoan. Tarian tersebut karya pemimpin Sanggar Putra Bima Respati Surabaya, Sariono.
Pelatih Sanggar Tari Abinaya Trawas Mojokerto, Ai Dedek menyampaikan, latihan gabungan ini dihelat tak lain untuk mempererat komunitas seni antar daerah. Dengan adanya wadah ini para siswa dapat menyalurkan bakat. Khususnya di bidang seni tari.
"Semoga semakin banyak generasi muda yang ingin belajar tari, terutama tari tradisi, di tengah gempuran K-Pop dan modern dance lainnya," katanya.
Menurutnya, latihan gabungan bukan hanya sebagai simbol kebersamaan. Tetapi, juga menegaskan komitmen bersama untuk memupuk cinta terhadap seni tari dan budaya lokal.
"Dengan harapan yang tinggi, para peserta melangkah pulang, membawa semangat untuk melestarikan seni dan budaya di tengah dinamika zaman yang terus berubah," terang Dedek.
Baca Juga: Festival Tari Bedaya Khas Mojokerto Tampilkan Ratusan Siswi dari 26 SMP-MTs
Artikel Terkait
Disdik Mojokerto Tuntaskan Pembangunan Dua Sekolah Senilai Rp 1,9 M, Lebih Cepat dari Target