Geger Mayat Pria Bertato Tersangkut Ranting Pohon Waru Sungai Brantas Mojokerto

Photo Author
Deni Lukmantara, Kabar Mojokerto
- Minggu, 23 Maret 2025 | 17:27 WIB
Petugas Polsek Gedeg bersama Inafis Satreskrim Polres Mojokerto Kota tengah melakukan evakuasi jasad pria tanpa identitas yang ditemukan tersangkut di ranting pohon waru di Sungai Brantas, Gedeg. (Istimewa)
Petugas Polsek Gedeg bersama Inafis Satreskrim Polres Mojokerto Kota tengah melakukan evakuasi jasad pria tanpa identitas yang ditemukan tersangkut di ranting pohon waru di Sungai Brantas, Gedeg. (Istimewa)

Kabar Mojokerto - Penemuan mayat pria bertato menggegerkan warga Desa Ngareskidul, Gedeg, Mojokerto. Mayat pria tak dikenal ini ditemukan tersangkut ranting pohon waru di aliran Sungai Brantas.

Kapolsek Gedeg AKP Sukaren mengatakan, penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 10.15 WIB. Saat itu, salah seorang warga sedang mencari lokasi memancing.

Ia menyampaikan, saksi tersebut mengetahui jasad pria tersangkut di ranting pohon waru yang menjorok ke sungai.

"Saat ditemukan, mayat tersebut dalam posisi tengkurap dan tanpa mengenakan pakaian," kata Sukaren, saat dihubungi Kabar Mojokerto, Minggu (23/3/2025).

Mendapat laporan dari warga, petugas Polsek Gedeg mendatangi lokasi bersama Tim Inafis Polres Mojokerto Kota. Selanjutnya, jasad korban dievakuasi jenazah RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo di Kota Mojokerto untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, Sukaren menyebutkan beberapa ciri khas pria tersebut, antara lain usia yang diperkirakan sekitar 40-50 tahun, tinggi badan antara 165 hingga 170 cm, kulit sawo matang, dan berat badan sekitar 70 kg.

Selain itu, pria ini juga memiliki tiga tato yang mencolok, yakni tato naga di lengan kanan, tato bintang di lengan kiri, dan tato laba-laba di lutut kanan.

“Kami sudah mencatat beberapa ciri-ciri fisiknya, namun untuk sementara identitas korban masih belum diketahui,” ungkapnya.

Meski sudah dilakukan pemeriksaan, identitas pria tersebut belum dapat diketahui. Hal ini karena sidik jarinya rusak dan tidak dapat dipindai menggunakan sistem Mambis.

Polisi memperkirakan bahwa pria tersebut telah meninggal sekitar 4 hingga 5 hari sebelum ditemukan.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Gelar Pasar Murah Ramadhan Berkah untuk Tekan Inflasi Jelang Idul Fitri

“Sidik jari korban rusak, sehingga kami kesulitan untuk mencocokkannya dengan data identitas di Mambis,” kata Sukaren.

Saat ini, penyebab kematian masih belum dapat dipastikan. Berdasarkan pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seperti luka lebam, sabetan senjata tajam, atau luka tembak. Proses autopsi akan dilakukan setelah identitas korban terungkap.

Polisi telah menyebarkan informasi mengenai ciri-ciri mayat tersebut dan mengimbau masyarakat untuk melapor jika ada yang mengenali pria tersebut.

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X